KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Setelah empat hari proses pencarian, siswa SMKN 1 Nusa Penida, I Made Candra Udiana (18) yang terjatuh dari Tebing Saren, Dusun Saren, Desa Batumadeg akhirnya berhasil dievakuasi, Selasa (26/2/2019).

Sayangnya, korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dan sudah mulai membusuk. Curamnya medan, membuat evakuasi dilakukan melalui jalur laut dan darat. Bahkan warga harus berenang untuk mencapai dasar tebing dan meraih tubuh korban yang tersangkut.

Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, Putu Widiada menyampaikan, proses evakuasi korban sudah dimulai sejak pukul 08.30 wita oleh tim gabungan. Terdiri atas Basarnas Denpasar sebanyak 11 personil, Dit Sabhara Polda Bali sebanyak 4 personil, Polsek Nusa Penida sebanyak 8 personil, Balawista BPBD Klungkung, dan dibantu pula puluhan warga beserta keluarga korban.

Saat lokasi tumbuh korban sudah berhasil dideteksi, pencarian dilakukan melalui jalur darat dan juga laut. Sebanyak 20 orang warga menuruni tebing menempuh jalur yang biasa dilalui pemancing. Namun, medan yang curam membuat warga kesulitan mencapai titik tersebut. Selanjutnya, sekitar pukul 09.30 wita Basarnas menerjunkan dua personilnya untuk turun dengan menggunakan tali. Ketika itu keberadaan jenazah korban sudah dideteksi. Sekitar 8-10 meter ke arah selatan dari titik jatuh. Hanya saja tim kesulitan untuk mencapai dan tidak dimungkinkan pula mengevaluasi dengan menarik tubuhnya ke atas tebing.

Di sisi lain, melalui jalur laut warga dan kerabat korban berupaya menggunakan perahu untuk mencapai dasar tebing. Menurut Putu Widiana, salah seorang warga yang terlibat dalam proses evakuasi, keberadaan korban sejatinya sudah dideteksi sejak Senin (25/2/2019) sekitar pukul 14.00 wita. Hanya saja, karena tidak ada akses untuk mencapai tubuh korban, akhirnya evakuasi ditunda. Apalagi saat itu, warga dan juga tim gabungan sudah sangat kelelahan.

"Sebanarnya ditemukan mayatnya oleh warga sudah (Senin (25/2) sekitar jam 14.00 siang cuma tidak ada akses menuju korban. Basarnas juga tidak bisa karena medan sulit sekali, pakai talipun tidak bisa. Tenaga juga sudah habis semua, Basarnas juga habis tenaganya," tutur Widiana.

Melihat kondisi tersebut, akhirnya saat memulai pencarian, warga dan keluarga korban memutuskan untuk menempuh jalur laut. Mulanya dua orang keluarga korban menggunakan jukung dan berusaha mencapai dasar tebing. Tapi karena gelombang yang tinggi, jukung tidak bisa menepi. Akhirnya, satu orang nekat berenang dan ternyata berhasil sampai di dasar tebing. Kemudian warga yang diketahui bernama I Made Mawan tersebut memanjat tebing dan berusaha mencapai tubuh korban yang tersangkut. Tak berselang lama jukung kedua yang terdiri atas 8 orang warga juga tiba di lokasi untuk memberi bantuan.

Tapi, lagi-lagi medan yang curam menjadi penghalang. Sehingga diputuskan proses evakuasi dilakukan dengan mengikat tubuh korban dengan tali lalu diulur ke bawah menuju jukung.

"Kesulitan evakuasi saat mau angkat jenazah, karena sudah hari keempat, korban sudah membusuk. Kantong mayat dari darat juga lama sampai, akhirnya jenazah diikat dengan tali ke atas jukung," ungkapnya.

Selanjutnya, jenazah korban yang ditemukan sudah membiru dan mengeluarkan aroma menyengat tersebut langsung dibawa ke RS Pratama Nusa Penida.

Diberitakan sebelumnya, I Made Candra Udiana (18) yang merupakan salah seorang siswa SMKN I Nusa Penida terperosok dari tebing saat berkemah di Tebing Saren, Dusun Saren, Desa Batumadeg, Sabtu (23/2) lalu. Berdasarkan informasi di lapangan, peserta kemah terdiri atas, 32 orang siswa kelas XI AP1 termasuk 1 orang guru wali, serta 12 siswa kelas XI PS2. Rombongan tersebut tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 wita, dan langsung mendirikan tenda. Naasnya, tenda-tenda tersebut didirikan tak jauh dari bibir tebing. Hanya berjarak sekitar 5-10 meter saja.

Sekitar pukul 22.00 wita, para siswa beranjak ke kegiatan selanjutnya yakni mencari kayu bakar untuk memanggang ikan. Namun saat itu, korban (I Made Candra Udiana) sedang makan di dekat tenda. Oleh karena itu, teman-temannya memanggil dan memintanya untuk bergabung. Tak disangka, ketika korban berdiri dan berjalan beberapa langkah, tiba-tiba saja tubuhnya terperosok dari atas tebing. Spontan para siswa yang lain lantas meminta pertolongan kepada warga sekitar. Sayangnya, hingga larut malam korban belum berhasil ditemukan. (dia)