JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Orang tua yang tega membuang bayi laki-laki di Jalan By Pas Kusamba, Senin (4/2/2019) lalu masih menjadi misteri.

Selasa (5/2), jajaran kepolisian dari Polsek Dawan masih melakukan penyelidikan. Mulai dengan memeriksa ibu hamil di desa hingga ke bedeng-bedeng di eks galian C. Di sisi lain, di tengah banyaknya pihak yang ingin mengadopsi, kondisi bayi malang tersebut justru kurang sehat. 

Kapolsek Dawan, AKP Kadek Suadnyana menyampaikan, petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan. Dengan menyasar kos-kosan dan bidan desa. Di samping itu, bedeng-bedeng di eks Galian C juga didatangi.

"Sejauh ini hasilnya masih nihil. Tapi kami sudah menyampaikan ke Camat dan Forum Perbekel untuk cek warganya yang hamil agar kasus ini segera terungkap,” ujarnya. 

AKP Suadnyana mengatakan pihaknya sempat mencurigai seorang perempuan keterbelakangan mental yang sebelumnya dinyatakan hamil. Namun, saat dicek rupanya perempuan tersebut sudah melahirkan enam hari lalu dan bayinya perempuan. Di samping itu, saat ini jajaran Polsek Dawan juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Klungkung. Khususnya terkait tindak lanjut perawatan bayi malang tersebut. AKP Suadnyana berharap, selama belum ada titik terang, perawatan bayi tersebut dapat sepenuhnya ditanggung oleh negara. 

Di sisi lain, hingga kemarin bayi laki-laki dengan panjang 46 cm tersebut masih dirawat di RSUD Klungkung. Namun, menurut jaga RSUD Klungkung, Sri Putri Pratimi, kondisi bayi sedang tidak bagus. Berdasarkan hasil pemeriksaan, terjadi peningkatan pernafasan dan suhu badannya juga naik. Pihak dokter menduga hal ini terjadi karena ada proses infeksi pada bayi. Untuk pengobatan sudah dilakukan, namun hasilnya masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut. 

Sementara terkait rencana odopsi bayi laki-laki ini, Kabid Rehabilitasi dan Perlindungan Jaminan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung, Wellem Supriyono mengatakan pihaknya belum berani mengambil keputusan. Ia mengaku masih menunggu proses di kepolisian. Apalagi untuk adopsi, juga dikatakan tidak mudah.

Ada banyak persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon orang tua. "Intinya kami masih menunggu proses di kepolisian dulu. Jangan sampai kami salah nanti ambil keputusan,” jelasnya. 

Lebih lanjut mengenai biaya perawatan di RSUD Klungkung, Wellem Supriyono menegaskan pihaknya juga belum dapat mengambil alih. Menurutnya, harus ada surat keterangan yang menyatakan bayi tersebut telantar terlebih dahulu. Setelah itu barulah Dinas Sosial bisa bertanggung jawab atas biaya pengobatan di RSUD Klungkung. 

Diberitakan sebelumnya, bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut kali pertama ditemukan oleh seorang petani, I Nengah Garnita (54) asal Br. Pande, Desa Dawan Klod sekitar pukul 09.00 wita. Saat hendak ke sawah, pria tersebut mendengar tangis bayi. Setelah dicek, alangkah terkejutnya ia melihat bayi merah di dalam tas jinjing belanja dan hanya ditutupi selimut merah. Ironisnya, saat ditemukan tali pusar bayi masih utuh, dan sejumlah bagian tubuhnya sudah dikerumuni semut. 

Atas temuan tersebut, Garnita bersama warga lainnya lantas melapor ke Polsek Dawan. Setelah petugas datang, bayi tersebut sempat dibawa ke  Puskesmas Dawan II. Dari hasil pemeriksaan, kondisi bayi dinyatakan sehat dan normal dengan berat badan 2,7 kilogram serta panjang 46 centimeter. Selanjuynya bayi tersebut dirujuk ke RSUD Klungkung. Selama dirawat, banyak orang yang datang menjenguk dan menawarkan diri untuk mengadopsi bayi lucu tersebut. (dia)