JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta terus menyoroti sistem tunjangan kinerja berbasis online (E-Tukin) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klungkung.

Apalagi sistem ini dinilai rawan kecurangan. Oleh karena itu, Bupati mengingatkan, agar sistem ini terus dievaluasi. 

"Saya akan terus pantau E-Tukin, apabila dalam akhir bulan poin belum penuh, jangan sekali-kali melakukan kegiatan yang kesannya dipaksakan dan dibuat buat. Jangan sampai yang (ASN) bodoh dan malas mendapat lebih banyak poin dari yang pintar dan rajin,  karena inti dari E-Tukin adalah pendapatan secara proporsional. Semakin banyak kegiatan atau tugas yang dilakukan maka akan semakin banyak poin yang diperoleh," tegas Bupati Suwirta saat memimpin apel paripurna, Senin (4/2/2019) di Lapangan Puputan.

Melihat kondisi di lapangan, Bupati Suwirta pun tidak menampik bahwa sistem E-Tukin ini rawan kecurangan. Sebagai upaya antisipasi, pihaknya terus akan melakukan evaluasi. Di samping itu, di era serba elektronik sekarang ini, Bupati Suwirta juga menekankan para ASN untuk lebih memahami tentang sistem IT. Dirinya mengakui, hal ini akan menjadi beban bagi ASN yang sudah berumur dan tidak paham teknologi IT. Namun menurutnya dengan sistem elektronik ini akan dapat menekan dan memperkecil kemungkinan terjadi kesalahan administrasi dan korupsi. 

Ditambahkan, dengan E-Tukin diharapkan memberikan kemajuan dalam peningkatan kinerja ASN dan pelayanan kepada masyarakat. Selain membahas E-Tukin, dalam apel tersebut Bupati Suwirta juga mempertegas tentang penerapan Kawasasan Tanpa Rokok (KTR) di kantor kantor instansi pemerintah. Di ruang perkantoran dan kantin akan dilarang menempatkan asbak rokok sebagai tanda KTR. 

“Mari kita ciptakan suasana kerja yang bersih dan sehat sehingga mampu meningkatkan semangat kita untuk bekerja, supaya visi kita Klungkung yang unggul dan sejahtera dapat tercapai.” ujar Bupati asal Nusa Ceningan tersebut. (dia)