JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Selain fokus mengembangkan sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Klungkung rupanya tengah gencar membangkitkan sumber daya perikanan.

Rencana tersebut tentu tidak mudah, mengingat dua sektor perikanan, yakni budi daya dan perikanan tangkap kian terpinggirkan. Tak banyak pembudi daya yang bertahan, karena mahalnya harga pakan. Demikian juga dengan nelayan, yang kerap terhadang cuaca. 

Kondisi tersebut diungkap oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klungkung, I Wayan Durma. Menurutnya, sejak beberapa tahun terakhir kelompok budi daya ikan air tawar yang ada di Klungkung tidak produktif lagi. Pemicunya, selain keterbatasan air juga karena harga pakan sangat mahal. "Ternyata dari mereka (pembudi daya ikan air tawar) banyak yang mengeluhkan soal harga pakan yang terlalu mahal,” ungkapnya. 

Menyikapi masalah ini, Durma dan jajarannya tentu tidak tinggal diam. Beberapa waktu lalu, ia mengatakan sudah sempat mengadakan pertemuan dengan para pembudi daya ikan air tawar. Dalam pertemuan tersebut, Durma juga menghadirkan pengusaha pakan ikan dan calon pembeli. Tujuannya agar para pembudi daya termotivasi kembali untuk membangkitkan usahanya. Apalagi setelah berhasil, sudah ada yang siap membeli. Di samping itu, pihaknya juga membentuk kelompok khusus untuk para pembudi daya ikan. Sehingga lebih mudah untuk melakukan pembinaan dan memfasilitasi kebutuhan anggotanya. 

Lebih lanjut, sebagai pemelopor untuk membangkitan budi daya ikan air tawar, Durma mengatakan akan meluncurkan program Inti Kolam Ikan. Program inovasi,  mengintensifikasi dan mengintegrasikan kolam ikan ini akan dimulai dari sejumlah kolam ikan yang dimiliki oleh Pemkab. Khususnya kolam ikan yang berlokasi di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, yang nantinya akan 'disulap' menjadi bisnis kuliner ikan air tawar. Pihaknya juga akan mengembangkan lokasi tersebut sebagai tempat rekreasi kolam pancing. 

Sedangkan untuk membangkitkan kembali budi daya ikan tawar, ia merancang program Inti Kolam Ikan. “ Bisa dikatakan ini program inovasi, mengintensifikasi dan mengintegrasikan kolam ikan,” ungkap Durma seraya menyampaikan, tahap awal dirinya akan mengintensifkan keberadaan kolam ikan yang dimiliki Pemkab Klungkung. Kolam ikan ini nantinya akan diintegrasikan dengan membuat usaha bisnis olahan ikan tawar bekerja sama dengan asosiasi. Juga akan dipadukan mejadi tempat rekreasi yakni kolam pancing. "Kalau itu jalan, kami kembangkan ke kolam-kolam ikan yang dimiliki pembudi daya,” ujarnya. 

Sayangnya, dari sejumlah opsi yang ditawarkan para pembudi daya yang hadir dalam pertemuan tersebut dikatakan belum antusias. Hal ini ditunjukkan dari keluhan-keluhan yang disampaikan. Mulai dari harga pakan, hingga keenggaran pembudi daya untuk mengembangkan pola mina padi. Padahal dalam kesempatan tersebut sudah dijelaskan bawah beternak ikan di pematang sawah saat musim tanam padi cukup menjanjikan. Namun, para pembudi daya belum tergugah, karena khawatir suplai air terbatas. 

Kondisi serupa yang terjadi di sektor perikanan tangkap, cuaca yang kerap tak bersahabat membuat hasil tangkapan nelayan menipis. Di samping itu, jangkauan perburuan nelayan Klungkung juga terbatas. Hanya di perairan Klungkung dan Nusa Penida. Sehingga berdampak pada hasil tangkapan yang sedikit. Padahal sejumlah upaya sudah ditempuh untuk membangkitkan gairah melaut para nelayan, diantaranya temu kemitraan antara nelayan dan pengusaha ikan hingga menggelar festival bahari. (dia)