JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Menumbuhkan minat baca generasi muda memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Salah satu upaya yang ditempuh Pemerintah Kabupaten Klungkung yakni, melalui penambahan koleksi buku di perpustakaan daerah. Sayangnya, upaya ini belum didukung anggaran yang sepadan. 

Kamis (3/1/2019), Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Klungkung, Nengah Sudiarta mengatakan, pihaknya kembali akan menambah koleksi buku di Perpustakaan Daerah. Dana yang tersedia senilai Rp 200 juta. Yakni bersumber dari APBD sebanyak Rp70 juta dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp130 juta. Jika dibandingkan dengan kebutuhan, dana tersebut tentu tidaklah mencukupi. Menurut Sudiarta, anggaran Rp200 juta hanya bisa digunakan untuk menambah sekitar 2000 eksemplar buku. 

Meski demikian, Sudiarta tetap bersyukur. Mengingat anggaran pengadaan buku tahun ini cukup tinggi. Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata hanya dianggarkan Rp80 juta. Itupun dananya bersumber dari APBD saja. "Setiap tahun ada pengadaan buku baru tapi jumlahnya kecil-kecil. Tahun yang lalu Rp80 juta dananya dari APBD saja. Dana tersebut hanya dapat 1000 eksemplar koleksi baru," terangnya. 

Tak hanya masalah anggaran yang pas-pasan, Sudiarta juga mengungkap masalah lain. Katanya, walaupun koleksi buku diremajakan setiap tahun, namun hal itu tak cukup menarik minat baca masyarakat secara signifikan. Oleh karena itu, pihaknya terus mengupayakan program perpustakaan keliling (Pusling). 

Saat ini Perpustakaan Daerah Klungkung memiliki tiga armada Pusling. Operasionalnya baru sebatas ke sekolah-sekolah dan desa di Klungkung daratan saja. 

Rencananya, tahun ini pihaknya akan mengupayakan Pusling hingga ke Kecamatan Nusa Penida. Namun, hingga kini masih dianalisis apalah sistemnya menggunakan mobil atau motor untuk armada Puslingnya.

"Renacana kami drop ke Nusa Penida. Tapi kita masih analisis apakah mobil atau kita memohon sepeda motor pintar. Mengingat kondisi geografis seperti itu. Kita mohonkan lima motor pintar," jelasnya sekaligus mengatakan proses pengajuan sudah dimulai sejak Bulan Desember tahun lalu. 

Lebih lanjut untuk meningkatkan minat baca, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan juga akan mengembangkan perpustakaan sebagai pusat kegiatan siswa. Masalahnya, kondisi kantor di Perpustaan Daerah saat ini dinilai kurang mendukung. Sehingga Sudiarta mengusulkan pembangunan kantor baru. Sehingga tempatnya lebih luas dan nyaman untuk pusat kegiatan siswa.

"Saya sudah rembug dengan Bupati, buat kantor baru di lahan yang luas. Rencana di tanah kota di Jalan Ngurah Rai, tapi masih dikaji," ungkapnya. (dia)