JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Mengawali tahun 2019, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta terus melakukan monitoring ke sejumlah lokasi.

Kali ini, giliran para pengusaha bawang di area Pasar Galiran Klungkung yang disidak. Kamis (3/1/2019) Bupati Suwirta pun tak bisa menutupi kekecewaannya. Lantaran para pengusaha bawang tidak memiliki tempat sampah khusus. Sehingga sisa kulit bawang dibuang sembarangan. Bahkan hingga ke jalanan. 

Temuan inipun membuat Bupati Suwirta marah.  “Kenapa sampah kulit bawangnya dibuang begitu saja ke jalan? Masa usaha besar seperti ini tidak menyediakan tempat sampah? Cepat bersihkan akan saya tunggu sampai jalan ini bersih,” ujar Bupati Suwirta kepada pemilik usaha bawang dengan kesal. 

Akibat ulah para pengusaha ini, beberapa titik jalan nampak kotor, jorok dan sejumlah got tersumbat akibat tumpukan sampah kulit bawang dan sampah plastik. Kadis Lingkungan Hidup dan Pertanahan, Anak Agung Kirana serta KasatpolPP Putu Suarta yang turut mendampingi Bupati pun ikut mewanti wanti Para pemilik usaha yang sebagian besar dari Bima, NTB ini untuk senantiasa menjaga kebersihan. 

“Bersama Bupati Klungkung kami sedang menegakkan Perda tentang kebersihan, jika anda tidak mentaati Perda kami, maka akan dikenakan sangsi tegas yaitu denda RP 50 juta, besok akan kami cek lagi jika masih kotor seperti ini maka akan kami tindak,” ujar KasatpolPP Klungkung,  Putu Suarta.

Selain mengingatkan para pedagang dan pengusaha bawang, Bupati Suwirta juga melarang sejumlah kendaraan yang kedapatan parkir di atas trotoar, melarang para pedagang menempatkan dagangannya di atas trotoar, serta membuka beberapa spanduk iklan rokok yang terpasang pada warung warung.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta mengatakan perda Nomor 7 tahun 2014 sudah diselesaikan pada 2014 lalu, namun pelaksanaan dilakukan tidak sepenuhnya dan tahun 2019 akan diberlakukan dengan tegas. Sampah rumah tangga pada pagi hari ditempatkan di luar rumah pada jam 6 s/d jam 7, sore jam 15.00 s/d jam 16.00. Hari Senin hanya untuk sampah non-organik seperti plastik, kertas, kaca dan lain lain. Sedangkan hari Selasa sampai Minggu hanya sampah organik seperti daun, sisan banten, bunga, sisa makanan, dan lain lain. 

“Aksi saya ini bukan untuk pencitraan dan main gertak, namun ini untuk kebaikan kita bersama sehingga Klungkung akan senantiasa dalam keadaan bersih, aman dan sehat,” ujar Bupati Suwirta. (dia)