JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Diduga karena pematang sawah yang licin, seorang petani, Wayan Mondoran (76) terperosok ke jurang Tukad Yeh Lumpang, di Dusun Mungguna, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung.

Pekak (Kakek) tersebut diduga terperosok saat hendak mencari pisang. Proses evakuasi memakan waktu hingga tiga jam. Ia ditemukan di dasar jurang sedalam 12 meter dalam kondisi cedera kepala serta luka-luka. 

Peristiwa naas tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 Wita. Seperti biasa, korban yang sehari-hari bekerja sebagai petani sejak pagi sudah meninggalkan rumah untuk ke sawahnya. Namun, hingga siang hari korban rupanya tidak kunjung pulang.

Keponakan korban, Wayan Agus Saputra (26) pun merasa ada yang aneh. Lantaran biasanya, korban sudah pulang sekitar pukul 12.00 Wita. Sehingga ia memutuskan untuk menyusul korban yang mengaku ke sawah mencari pisang untuk Galungan. 

Setelah berkeliling melakukan pencarian, Agus tidak kunjung menemukan pamannya. Hingga akhirnya, ada petani di sekitar lokasi yang memberi petunjuk, bahwa ia sempat melihat korban di seputaran areal sawahnya. Berbekal petunjuk tersebut, Agus pun melanjutkan pencarian.

"Saya sempat bingung mencarinya. Karena dicari ke gubuk tidak ada. Kemudian saya cari di sekitar sawah dan menemukan ada bekas orang terperosok di pinggir jurang. Di sampingnya juga ada sabit dan topi milik paman saya,” ujar Agus Saputra.

Atas temuan tersebut, Agus bergegas melapor ke TRC BPBD Klungkung. "Setelah menerima laporan, tim kami langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan penanganan dengan mengevakusi korban ke bawah jurang," ujar Kalak BPBD Klungkung, Putu Widiada.

Dengan bantuan aparat kepolisian serta warga setempat, sejumlah personil BPBD turun ke dasar jurang, kemudian korban dievakuasi menggunakan tandu dan ditaril ke permukaan dengan tali. Proses evakuasi itupun berlangsung hingga tiga jam. Lantaran medan yang curam dan sempit. 

Beruntung saat ditemukan korban masih bernafas. Ia didapati dalam posisi jongkok, namun tubuhnya belum terendam air. Di samping itu, korban juga syok dan kedinginan. Di sela-sela proses evakuasi, tim penyelamat juga sempat membawakan air. Lantaran korban berada cukup lama di dasar jurang tanpa minum dan makan. Setelah berhasil ditarik hingga ke permukaan, korban langsung dirujuk ke RSUD Klungkung. 

Direktur RSUD Klungkung, dr. Nyoman Kesuma saat dikonfirmasi menyampaikan korban, Wayan Mandoran tiba di UGD dalam kondisi kesadaran yang sudah menurun. Di samping itu, korban juga mengalami cedera kepala sedang dan sejumlah luka lecet pada tubuh. Tak hanya itu, ditemukan pula benjol pada kepala dan dicurigai patah tulang paha, lengan dan rahang.

"Pasien sedang ditangani dengan terapi cairan karena tensinya rendah. Pasien direncanakan untuk dirontgen dan CT SCAN untuk memastikan apakah ada fraktur dan kelainan di otak," jelasnya. (dia)