JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Setelah sukses dengan program Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) dan Beli Mahal Jual Murah (Bima Juara) yang masuk Top 40 Inovasi Pelayanan Publik 2018, kini program inovatif Pemkab Klungkung kembali dinilai tim pusat.

Kali ini dalam ajang Indeks Inovasi Daerah 2018 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (KEMENDAGRI). Ada 10 program unggulan dari 8 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Klungkung yang dinilai. 

Penilaian telah dimulai Rabu (14/11) oleh tiga orang dari Balitbang Kemendagri. Yakni Jerry Walo, Adi Suhendra dan Alvina Tea K. Tim penilai tersebut diterima langsung oleh Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta bersama Kepala Bapperlitbang, Wayan Wasta serta para Kepala Perangkat Daerah lainya diruang rapat Kantor Bupati Klungkung. 

Bupati Suwirta mengatakan sudah sejak awal kepemimpinannya, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dipacu untuk melahirkan program inovatif. Bahkan beberapa program merupakan buah pemikiran dari Bupati Suwirta sendiri. Pada tahun 2016 dengan semangat Gema Santi seluruh program ini diluncurkan dan telah berjalan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Dua program inovatif yakni TOSS dan Bima Juara bahkan sudah lolos dan meraih penghargaan Top 40 Inovasi Pelayanan Publik 2018 pada 7 November lalu di Jakarta. 

“Penghargaan bukanlah tujuan utama dalam menciptakan semua inovasi ini, namun dengan penghargan dan pengakuan telah menjadi pemicu kami untuk berbuat dan melayani masyarakat lebih maksimal,” ujar Bupati Suwirta. Ditambahkan dirinya berharap semua program dapat berjalan dengan baik dan bahkan mampu menjadi rujukan nasional.

Sementara itu Ketua Rombongan tim penilai, Jery Walo mengatakan Indeks Inovasi Daerah merupakan himpunan inovasi daerah yang telah dilaporkan kepada Menteri Dalam Negeri sebagai sebuah bentuk pembaharuan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kegiatan penilaian dan pemberian penghargaan pemerintah daerah inovatif ini dimaksudkan agar dapat mendorong kompetisi positif antar pemerintah Provinsi dan antar pemerintah Kabupaten/Kota dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan peningkatan pembangunan guna terwujudnya kesejahteraan rakyat.

Inovasi daerah juga harus memenuhi persyaratan seperti memiliki kebaruan dan keunikan sebagian atau keseluruhan. Selanjutnya, program telah berjalan 2 tahun, bukan merupakan kegiatan yang sedang direncanakan atau sedang dikerjakan. Selain itu kegiatan dibiayai dengan dana APBD dan/atau dari sumber pembiayaan lain yang sah serta memberikan dampak atau manfaat bagi daerah dan masyarakat serta bersifat keberlanjutan. Jerry Walo menambahkan dirinya diperintahkan untuk terjun ke Kabupaten Klungkung karena Klungkung memiliki sejumlah inovasi yang orisinal. Menurutnya inovasi Klungkung berpotensi untuk juara.  

Pada ajang ini Pemkab Klungkung mengirim dan mendaftarkan 10 program inovatif dari 8 OPD. Diantaranya Dinas Pertanian dengan program Beli Mahal Jual Murah (Bima Juara), Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan dengan Program Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS), Dinas Kearsipan dan Perpustakaan dengan program Gerakan Gemar Membaca ( Gema Arca), Badan Penanggulangan Bencana Daerah dengan program Hallo BPBD 23000, Dinas Perhubungan dengan program Angkutan Siswa Gratis, Dinas Kesehatan dengan program Kring Sehat 118(KRIS 118), Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) dengan program Sirenbangda serta tiga buah program dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yakni Belananda, Kawi Smara dan Predator. Dalam proses penilaian tersebut, para Kepala Perangkat Daerah mempresentasikan programnya masing-masing di hadapan para tim penilai. (dia)