JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Status tersangka yang disandang Gde Gita Gunawan, kini mulai berdampak pada aktivitasnya sebagai anggota DPRD Klungkung. Lantaran pihak Kejaksaan Negeri Klungkung telah mengeluarkan surat resmi yang isinya melarang politisi asal Nusa Penida itu ikut kunjungan kerja (Kunker).

Informasi tersebut dibenarkan oleh Ketua DPRD Klungkung, I Wayan Baru pada Selasa (13/11/2018). Usai menghadiri paripurna di DPRD Klungkung, Wayan Baru memastikan pihaknya sudah menerima surat dari Kejaksaan. Intinya, sejak ditetapkan sebagai tersangka, Gde Gita Gunawan yang merupakan anggota Fraksi Partai Golkar tidak diperbolehkan mengikuti kunjungan kerja. Tidak hanya ke luar daerah, tapi kunjungan kerja ke luar kabupaten juga tidak diizinkan.

"Beliau (Gita Gunawan) tidak diperbolehkan untuk kunjungan kerja. Biar kita tidak terkesan menghambat kerja kejakaaan. Kita harus taati petunjuk itu," ujar Wayan Baru. 

Walau demikian, menurut politisi Partai Gerindra ini, Gita Gunawan masih diperbolehkan melakukan aktivitas di gedung dewan. Bahkan gaji dan hak-haknya yang lain juga tetap diberikan. Wayan Baru mengatakan pihaknya sudah memberitahukan prihal larangan dari Kejaksaan tersebut kepada yang bersangkutan. Menurutnya, Gita Gunawan menerima dan siap untuk mengikuti proses hukum. "Sudah saya disampaikan ke Pak Gita. Dia menerima dan menghormati proses hukum," tegasnya. 

Di sisi lain, Gde Gita Gunawan mengatakan belum menerima surat resmi dari lembaga dewan terkait larangan tersebut. Tapi kalau secara lisan, sudah sempat diinformasikan oleh Ketua Dewan. Mulanya ia mengaku sempat mempertanyakan keputusan Ketua DPRD tersebut. Namun, setelah mendapat penjelasan bahwa hal itu merupakan hasil koordinasi dengan Kejaksaan, dirinya pun tidak mempermasalahkan lagi. 

“Kalau sudah kordinasi dengan pihak kejaksaan, saya harus mengikuti itu,’ ujarnya. Saya harus hormati proses hukum. Kalau sudah begitu saya tidak berangkat kunker,” ujarnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Gde Gita Gunawan bersama istrinya Tiartaningsih serta Made Catur Adnyana telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi proyek biogas pada tahun 2014 lalu di Nusa Penida senilai Rp 890 juta. Pihak Kejaksaan Negeri Klungkung menetapkan status tersangka sejak Senin (5/11) lalu.

Kini kasus tersebut sudah memasuki tahap satu atau penyidikan khusus di Kejaksaan. Puluhan saksi di Klungkung daratan ataupun di Nusa Penida sudah dimintai keterangan. Bahkan pada Senin (12/11) lalu, ketiga tersangka sudah dipanggil dan juga dimintai keterangan terkait kasus yang disebut menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 792.912.654 tersebut. (dia)