JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Oknum PNS Ikut 'Pesta' Sabu

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Selasa (9/10/2018), Sat Narkoba Polres Klungkung mengungkap fakta baru pasca penangkapan karyawan PDAM Klungkung, Tjokorda Rai Mantrawan (50). Ternyata Tjok Rai tak 'berpesta' sabu seorang diri.

Melainkan ditemani oleh I Gede Aryastina Seputra (38) alis Boler. Ironisnya, pria asal Denpasar ini berstatus sebagai PNS di lingkungkan Pemerintah Kabupaten Klungkung. 

Kasat Narkoba Polres Klungkung, AKP Gusti Ngurah Yudistira menyampaikan, terseretnya nama Gede Aryastina Seputra (38) alis Boler ini berdasarkan hasil pengembangan yang dilakukan oleh jajarannya. Saat pemeriksaan, Tjok Rai mengaku tidak sendirian mengkonsumsi narkoba di Kantor PDAM.

Pria paruh baya yang tinggal di Jalan Imam Bonjol, Lingkungan Bucu, Kelurahan Semarapura Tengah ini rupanya menggunakan narkoba bersama seorang rekannya. Yakni Gede Aryastina Seputra (38) yang beralamat di Jalan Gandapura IV No 7, Lingkungan Kertalangu, Desa Kesiman, Denpasar Timur. Bahkan berdasarkan pengakuan Tjok Rai, barang haram tersebut justru diperoleh dari Gede Aryastina. 

Ironisnya, saat Sat Narkoba melakukan penyelidikan, identitas Gede Aryastina pun turut terbongkar. Rupanya ia merupakan PNS yang saat ini bertugas di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMDPPKB) Kabupaten Klungkung. Selanjutnya, sesuai informasi Tjok Rai, Sat Narkoba langsung menciduk tersangka kedua ini di rumahnya. Tepatnya pada Sabtu (29/9) sekitar pukul 10.30 wita. Namun, saat penangkapan Gede Aryastina, petugas tidak mendapatkan barang bukti sabu. Saat penggeledahan, petugas hanya menenukan alat hisap (bong).

Saat digiring di Kantor Sat Narkoba Polres Klungkung, Gede Aryastina nampak hanya tertunduk. Pria bertubuh kurus ini mengakui perbuatanya, bersama-sama Tjok Rai mengkonsumsi sabu di Kantor PDAM. Hanya saja, terkait sumber barang haram tersebut, Gede Aryastina hanya mengatakan dapat dari seseorang yang bernama C. 'Pesta' narkoba di Kantor PDAM pun diakuinya sudah sering mereka lakukan. Meski demikian, ia membantah disebut sebagai pengedar. Pengakuannya, baru enam bulan mengenal narkoba. Itupun dibeli seharga Rp 800 ribu per paket, dengan tujuan untuk bersenang-senang. 

Walau sudah menciduk dua tersangka, AKP Yudistira memastikan pihaknya terus akan melakukan pengembangan. Terutama, untuk menyeret pemasok sabu yang disebut-sebut bernama C. Tapi, saat ini Sat Narkoba cukup kesulitan untuk menyeret C. Belum ditemukan bukti transaksi. Lantaran sabu yang dikonsumsi oleh Tjok Rai dan Gede Aryastina tersebut masih ngebon (belum dibayar). "Kami sulit untuk menyeret si C ini karena setelah kita geledah isi HPnya tidak ada transaksi.  Keduanya mengaku masih ngebon barang tersebut dari si C,” tegas AKP Yudistira. 

Lebih lanjut AKP Yudistira mengatakan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Tjok Rai dan Gede Aryastina akan dijerat dengan pasal 112 ayat (1) dan pasal 127 ayat (1) UU RI Nomer 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta junto pasal 55 ayat (1) KUHP. Ancaman hukumannya, minimal empat tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara. 

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMDPPKB) Kabupaten Klungkung, I Wayan Suteja saat dikonfirmasi belum dapat memastikan bila ada salah satu stafnya yang terlibat dalam kasus narkoba. Saat ini ia masih berupaya untuk mencari informasi dari pihak keluarga I Gede Aryastina. Namun, jika yang bersangkutan menang benar diciduk Sat Narkoba dan sudah ditahan, maka pihaknya akan menjatuhkan sanksi. Terkait sanksi, Suteja mengatakan akan berkoodinasi lebih lanjut dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BK-PSDM) Kabupaten Klungkung. 

"Saya masih menunggu info dari keluarganya seperti apa keberadaannya. Kalau benar dan sudah ditahan, pasti ada sanksinya. Saya akan koordinasi lebih lanjut dengan Pak Kepala BKPSDM," ujarnya singkat. 

Diberitakan sebelumnya, Tjokorda Rai ditangkap pada Sabtu (29/9) sekitar pukul 01.20 Wita di Kantor PDAM Klungkung. Penangkapan itu berawal dari informasi yang mencurigai salah seorang karyawan PDAM Kungkung kerap mengkonsumsi narkoba jenis sabu. Sejak saat itu, pelaku sudah menjadi target operasi Sat Narkoba Polres Klungkung. Saat dilakukan penggeledahan, pelaku diduga sedang mengkonsumsi narkoba jenis sabu. Dugaan itupun diperkuat dengan sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi.

Yakni berupa sebuah bong, lima potong pipet plastik, sebuah korek api, satu buah pipet plastik, dan satu buah kantong kain warna hitam. Petugas juga menemukan sebuah pipet kaca yang berisi sisa kristal bening diduga narkotika jenis sabu, sebuah plastik klip warna bening serta satu lembar potongan plaster warna hitam. (dia)