JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Warga Asing Bersihkan Sampah Plastik di Lembongan

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Sampah plastik yang kerap merusak keindahan pantai di Palau Lembongan, Nusa Penida, Klungkung mengundang keprihatinan warganegara asing.

Sejumlah warga asing secara khusus datang ke pulau yang terkenal dengan pesona alamnya tersebut. Mereka bergotong royong melakukan aksi bersih-bersih. Hal inipun membuat Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta angkat bicara. Ia mengingatkan agar seluruh masyarakat jengah, dan harus lebih peduli dengan kebersihan lingkungan sendiri. 

"Kita semestinya merasa jengah dan malu karena warga asing ini lebih peduli lingkungan pulau kita ketimbang warga kita sendiri," ujar Bupati Suwirta saat meluncurkan aksi Lembongan Cleaning di TK Kumara Jaya, Desa Jungutbatu, Sabtu (29/9/2018). 

Menurut Bupati asal Nusa Ceningan ini, aksi para warga asing ini harus didukung semua pihak dan digunakan sebagai pemicu dalam menjaga lingkungan. 

"Jangan senang, jangan bangga ada orang asing membersihkan sampah di Lembongan. Namun, kita harus merasa malu karena orang lain lebih peduli membersihkan sampah di pulau tempat anda mencari nafkah, sementara kita tidak berbuat apa. Untuk itu seluruh prajuru dan masyarakat harus mendukung gerakan ini,” ujar Bupati Suwirta tegas. 

Jika permasalahan sampah ini tidak ditangani, maka dikhawatirkan lambat laun pariwisata di Lembongan akan mengalami titik jenuh. Apabila dilakukan recovery juga akan membutuhkan energi dan biaya yang besar. Untuk itu, Bupati Suwirta mengingatkan semua pihak untuk tidak menganggap remeh masalah sampah. Tak lupa, Bupati Suwirta juga mengajak seluruh warga untuk berusaha mengubah pola pikir. Agar senantiasa menjaga lingkungan. Lantaran menurutnya, mengubah pola pikir masyarakat lebih susah dibandingkan menyediakan sarana prasarana penunjang kebersihan. 

Sementara itu, salah seorang pelopor aksi Lembongan Cleaning, Mrs. Carmen mengatakan, awal mula dirinya memutuskan melakukan aksi bersih-bersih ketika berlibur di Lembongan. Ketika itu, setiap melakukan aktivitas selalu menemukan banyak sampah plastik.  Dirinya mengaku sedih, oleh karena itu tidak ingi  meninggalkan Lembongan tanpa berbuat apa-apa. Selanjutnya, pada Bulan Mei 2018 dirinya memutuskan untuk mulai melakukan sejumlah aksi, diantaranya mengkampanyekan pengurangan penggunakan plastik kemasan. Seperti botol minum plastik dan makanan kemasan plastik. Ia juga melaklukan sosialisasi daur ulang sampah plastik serta gerakan pembersihan sampah plastik yang sangat berbahaya bagi biota laut dan lingkungan manusia. 

Bahkan wanita asal Spanyol ini juga berani menggaji empat orang karyawan untuk melakukan aksi bersih sampah plastik dipantai pantai di Lembongan. Namun, dirinya merasa tidak bisa seterusnya melakukan aksi ini sendiri, untuk itu Mrs. Carmen menggandeng para pemilik villa hotel dan restaurant disekitar Lembongan dan Jungutbatu untuk mendukung gerakannya ini. Dengan dukungan itu akhirnya Mrs.Carmen bisa melengkapi para karyawannya dengan kendaraan penganggkut sampah dan berbagai alat serta sarana penunjang aksi bersih-bersih di pantai. Empat pekerja ini nantinya akan membersihkan tempat umum di desa Jungutbatu ( jalan, pantai, mangrove dan hutan) 8 jam stiap hari kecuali hari libur. Sampah plastik yang terkumpul nantinya akan dikirim keluar Nusa Lembongan untuk selanjutnya diolah. 

“Ini bukan pelayanan pemungutan sampah, ini adalah layanan sosial untuk memberikan edukasi, memotivasi kepada pemerintah, masyarakat, pengusaha ,dan turis agar sadar terhadap masalah  sampah  plastik di pulau ini," ujar Carmen. (dia)