JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Setelah 500 Tahun, Upacara Homa Yadnya Kembali Digelar

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Setelah 500 tahun berlalu, kini Desa Pakraman Gelgel kembali akan menggelar upacara Homa Yadnya di Pura Dasar Bhuana Gelgel.

Upacara yang digelar dengan tingkatan Utamaning Utama ini ditaksir menelan dana hingga Rp 6 miliar. Sejak Kamis (20/9/2018), krama pengempon nampak sudah melakukan berbagai perispan upacara yang puncaknya akan dilangsungkan pada Senin (31/12) mendatang. 

Bendesa Pakraman Gelgel, Putu Arimbawa menyampaikan, upacara ini digelar berdasarkan sejarah tertulis. Yang mana disebutkan, bahwa sekitar abad ke-15 pernah dilangsungkan upacara Homa Yadnya di Pura Dasar Bhuana Gelgel. Ketika itu, merupakan puncak kejayaan Kerajaan Gelgel dengan pemimpinya Dalem Waturenggong. 

Mengacu pada catatan tersebut, pihak desa lantas berinisiatif untuk meminta pentunjuk kepada para Sulinggih. Hingga akhirnya Desa Pakraman Gelgel sepakat untuk menggelar kembali upacara yang menyerupai Homa Yadnya 500 tahun silam, namun dengan sarana upakara yang berbeda. Yang mana terdiri atas rangkaian upacara Karya Agung Memungkah, Nubung Pedagingan, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, Tawur Panca Wali Krama, Mahayu Jagat, serta Marisuda Gumi. 

"Sesuai petunjuk Sulinggih, upacara ini mengambil tingkatan utamaning utama.  Ini baru dilaksankaan, setelah sekitar 500 tahun lebih tidak pernah dilaksanakan," tutur Putu Arimbawa. 

Disampaikan pula, puncak upacara Homa Yadnya ini akan dilangsungkan pada tanggal 31 Desember mendatang. Kemudian penyineban digelar 14 Januari 2019.  Karya agung ini akan mempergunakan sarana upakara setara dengan karya Agung di Pura Besakih. Anggaran yang dihabiskan pun ditaksir mencapai Rp 6 miliar. Yang mana dana tersebut diperoleh dari urunan seluruh banjar yang ada di Desa Pakraman Gelgel. Masing-masing kepala keluarga urunan sebesar Rp 200 ribu. Ditambah pula dengan sumbangan dari LPD Desa Gelgel. 

Sementara berdasarkan pantauan di Pura Dasar Bhuana Gelgel, sejak pagi hari ratusan krama sudah mulai ngayah. Krama perempuan terlihat membuat sarana upacara, sedangkan krama laki-laki sibuk membuat penjor. Sebelumnya, pada Selasa (18/9), seluruh krama Desa Pekraman Gelgel juga sudah melaksanakan Upakara  Ngaku Agem Mejaya Jaya. Upacara tersebut dipuput 3 Sulinggih, masing-masing Ida Peranda Gede Griya Jumpung, Ida Peranda Putra Keniten  dan Ida Peranda Kemenuh dari Griya Kamasan. (dia)