JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Pasca satu orang pasien Covid-19 dirawat di RSUD Klungkung, jajaran Dinas Kesehatan langsung melakukan tracing (penelusuran) kontrak erat. Hasilnya mengejutkan, dari 17 orang yang dites, 9 diantaranya terkonfirmasi (positif Covid-19). Terhadap mereka juga dilakukan pengambilan sampel untuk genome squencing Covid-19 guna memastikan, apakah tergolong varian omicron atau tidak.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, dr. Made Adi Swapatni menjelaskan, tracing kontak erat sudah dilakukan sejak Minggu (23/1). Penelusuran kali pertama menyasar orang-orang yang tinggal satu pekarangan, yakni ditemukan 12 orang. Dari 12 orang tersebut, 9 rupanya positif Covid-19. Selain itu, tracing juga menyasar rekan kerja pasien, dan ditemukan 5 orang yang sempat kontrak erat. Syukur, semua rekan kerja yang sempat kontak dinyatakan negatif.

"Kontak erat kalau yang di Dusun Gelogor, Desa Pikat memang  dalam satu pekarangan ada 3 KK di sana. Kalau yang lainnya karena pernah bertemu atau hubungan kerja. Yang positif hanya yang hubungan keluarga saja yang lain (hubungan kerja) negatif. Dari 12 yang berhubungan keluarga, 9 yang positif," ungkapnya.

Nah, saat ini kesembilan orang yang positif tersebut sudah menjalani isolasi di desa atau rumahnya. Mengingat mereka semua tinggal dalam satu pekarangan. Selama menjalani isolasi, aktivitas mereka diawasi ketat oleh Satgas Covid-19 di desa. Sedangkan untuk anggota keluarga lainnya yang negatif, untuk sementara dievakuasi ke rumah kerabat yang lainnya. "Yang negatif kita karantina di tempat keluarga. Kalau yang positif kita isolasi desa dengan diawasi satgas desa," imbuhnya seraya mengatakan warga yang positif dipastikan sudah menjalani vaksinasi Covid-19 sebanyak dua kali.

Selain melakukan tes PCR, kontrak erat yang dinyatakan positif juga menjalani tes tambahan. Yakni pemeriksaan genome squencing untuk menentukan varian Covid-19, apakah tergolong varian omicron atau tidak. Adi Swapatni mengatakan, sampel sudah dikirim ke Lab Provinsi Bali dan juga Litbangkes pusat. Hanya saja, sampai saat ini hasilnya belum keluar. "Sudah dikirim sampelnya untuk dicek omicron atau tidak, cuma hasilnya belum tahu kapan datang. Sampel dikirim dari  RSUD ke Lab Daerah Provinsi Bali dan Litbangkes. Kalau untuk analisis mungkin perlu waktu lama. Kami sifatnya menunggu saja," ujar Adi Swapatni. Menyikapi penambahan kasus ini, Adi Swapatni berharap seluruh jajaran kembali bersatu padu untuk meningkatkan penerapan protokol kesehatan (prokes).

Diberitakan sebelumnya, pada Sabtu (22/1) lalu seorang pasien terkonfirmasi (positif Covid-19) menjalani perawatan di RSUD Klungkung. Plt. Direktur RSUD Klungkung, dr. Nyoman Kesuma menjelaskan, pasien berjenis kelamin laki-laki asal Desa Pikat, Kecamatan Dawan tersebut dikatakan datang memeriksakan diri secara mandiri ke UGD RSUD Klungkung. Pria berusia 52 tahun tersebut mengeluh dada berdebar dan sesak nafas. Setelah dilakukan pemeriksaan, pada Sabtu (22/1) pasien bersangkutan dinyatakan positif Covid-19 dan langsung dirawat di ruang ICU Covid-19 RSUD Klungkung. Penambahan kasus ini terjadi kala Kabupaten Klungkung menjadi satu-satunya kabupaten di Provinsi Bali yang berstatus zona hijau atau zona tidak ada kasus Covid-19. (dia)

BERITA TERKINI