JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography
SEMARAPURA-fajarbali.com | Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung mulai menindaklanjuti peristiwa serangan anjing yang memangsa ternak para petani di Subak Penasan, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan. Namun, hingga kini Distan belum memutuskan untuk melakukan upaya perburuan. Lantaran muncul dugaan anjing yang memangsa ternak tersebut bukanlah anjing liar. Melainkan anjing peliharaan warga setempat.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung, Ida Bagus Juanida, Senin (7/6/2021) mengatakan, peristiwa serangan anjing tersebut tidak terjadi dalam waktu yang berdekatan. Bahkan ada yang sudah terjadi setahun yang lalu. Sehingga cukup sulit untuk melakukan pelacakan. Di samping itu, mencuat informasi bahwa anjing yang menyerang ternak petani bukanlah anjing liar. Melainkan ada pula anjing yang berstatus peliharaan warga.

"Anjingnya tidak liar sekali, ada anjing yang merupakan peliharaan penduduk di sana. Tapi kami belum bertemu dan memastikan dengan pemiliknya. Baru informasi sepintas saja," ujar Ida Bagus Juanida.

Baca Juga :
Bupati Sanjaya bersama Wabup Edi Dengarkan arahan Pembekalan Kepemimpinan Virtual Kemendagri
Lakukan Rakor, Vaksinasi Covid-19 Digenjot


Hal itulah yang membuat jajaran Distan belum mengambil opsi melakukan pemburuan. Sebagai upaya antisipasi serangan lanjutan, pemilik sapi disarankan untuk mengandangkan anak sapinya (godel). Sehingga jika ada anjing yang masuk, maka bisa ditangkap dengan perangkap. Sebaliknya, petani tidak disarankan untuk mengikat anak sapinya, sebab kalau diikat dikhawatirkan akan membatasi ruang gerak anak sapi ketika diserang anjing.

"Petani buatkan godelnya kandang. Kalau ada anjing masuk kan bisa dibuatkan perangkap jerat," sarannya.

Di sisi lain, keresahkan para petani ini juga direspon oleh Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta. Wabup Kasta sempat terjun ke lokasi dan mendengar penuturan para petani terkait kejadian tersebut. Pejabat asal Desa Akah itupun langsung menugaskan dinas terkait untuk turun ke lokasi mengecek, apakah benar kejadian ini diserang anjing liar. Dirinya berharap kejadian ini bisa di tanggulangi, dan tidak terulang lagi.

“Kami sedang bahas masalah ini. Kalau ini dibiarkan, korban semakin banyak," katanya. Semantara Perbekel Desa Tihingan, Wayan Sugiarta menyebutkan keberadaan anjing liar itu sudah seperti Srigala, menghuni semak-semak.

"Saya tidak tau persis berapa ternak warga yang diserang anjing liar ini. Tapi menurut info sudah ada korban sebelum ini, diperkirakan 4 ekor ternak warga yang sudah jadi korban selama ini," ungkapnya. (dia)