JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography
SEMARAPURA-fajarbali.com | Para petani di Subak Dusun Penasan, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung dihantui serangan anjing liar. Sejak beberapa hari terakhir, gerombolan anjing liar diduga telah memangsa ternak sapi mereka.

Sedikitnya, sudah ada empat anak sapi (godel) yang mati dalam kondisi tak utuh. Rata-rata godel yang mati mengalami luka terbuka di bagian pangkal paha dan ada pula di bagian telinga.

Perbekel Desa Tihingan, I Wayan Sugiarta mengatakan, hingga saat ini para petani belum berhasil menangkap anjing liar yang diduga berjumlah lebih dari satu ekor. Apalagi gerombolan anjing liar ini diprediksi beraksi saat malam hari. Sehingga tidak terpantau oleh para petani. Sedikitnya, hingga saat ini sudah ada empat ekor anak sapi yang dimangsa. Rata-rata bangkai anak sapi yang berhasil ditemukan mengalami luka terbuka bekas gigitan di bangian pangkal paha dan telinga.

Baca Juga :
Maling Angkut Tabung Gas Ukuran 3 Kg Terekam CCTV Toko
Aan Ditetapkan Sebagai Desa Wisata, Andalkan Potensi Alam hingga Museum


Sugiarta mengatakan tidak semua petani melapor jika ada ternak sapinya diserang anjing liar. Namun, pada Sabtu (5/6/2021) dilaporkan ada satu ekor anak sapi yang menjadi korban. Yakni sapi berumur 9 bulan, yang ditemukan sudah kaku dengan penuh luka oleh pemiliknya.

"Saya tidak tau persis berapa ternak warga yang diserang anjing liar ini. Tapi menurut info sudah ada korban sebelum ini, diperkirakan 4 ekor ternak warga yang sudah jadi korban selama ini,"ujarnya.

Melihat pergerakan anjing liar yang sulit dideteksi, Sugiarta pun mengatakan dirinya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan selanjutnya. "Saya sudah meminta solusi dari instansi terkait sehingga cepat tertangani. Mengingat ternak-ternak itu merupakan jerih payah para peternak,” imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung, Ida Bagus Juanida menyampaikan, Senin (7/6/2021) hari ini pihaknya berencana untuk membahas persoalan ini dengan pihak desa. Mengingat penanganan anjing liar berbeda dengan penanganan anjing rabies. Sehingga diperlukan koordinasi matang dengan warga. Apalagi anjing liar tersebut biasanya beraksi saat malam hari saja.

"Biasanya anjing jenis ini tidak pernah kita temui di pagi atau siang hari. Kondisi ini memerlukan kesepakatan dan cara-cara khusus untuk  dilaksanakan," tegasnya. (dia)