JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography
SEMARAPURA-fajarbali.com | Intensitas hujan yang sangat rendah, mulai memicu terjadinya kebakaran lahan.

Kali ini, lahan dengan luas sekitar 200 are yang ditumbuhi ilalang di Desa Batununggul, Nusa Penida hangus dilalap si jago merah. Hal inipun membuat Satpol PP dan Damkar Klungkung terus mengingatkan masyarakat agar waspada dan tak menganggap remeh kebakaran lahan.

"Belajar dari pengalaman, masyarakat tidak boleh memandang enteng kebakaran lahan. Karena bisa berdampak fatal dan menyebabkan kerugian besar," ujar Kasatpol PP dan Damkar Klungkung, I Putu Suarta, Selasa (1/6/2021).

Baca Juga :
Sejumlah Warga di Klungkung Terima Bantuan Dobel, Jadi Temuan, Bupati Bantu Pengembalikan BLT Dana Desa
Lima Fraksi di DPRD Bali Kompak Apresiasi Raperda BUPDA

Di saat intensitas hujan rendah, pasti saja ada peristiwa kebakaran lahan. Terhitung, memasuki pertengahan tahun 2021 ini, sudah terjadi dua kali kebakaran lahan di Kabupaten Klungkung. Pertama, di Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan dan di Desa Batununggul, Kecamatan Nusa Penida. Rata-rata kebakaran lahan dipicu oleh kelalaian masyarakat. Misalnya, karena membakar sampah di  lahan terbuka lalu ditingggalkannya saat api belum sepenuhnya padam.

"Peristiwa kebakaran lahan sering terjadi karena lalainya warga. Misal warga membakar sampah di lahan, lalu api belum mati sepenuhnya ditinggal begitu saja. Ada pula karena masyarakat yang membuang puntung rokok sembarangan," ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, kelalaian demikian sering kali berakibat fatal. Dicontohkan, kebakaran lahan di Desa Batununggul pada bulan Juli 2020 silam.  Ketika itu, kebakaran ilalang merembet hingga ke Pura Dalem Setra, Desa Batununggul. Kerugian akibat peristiwa itu bahkan mencapai Rp2 miliar, karena 7 bangunan pelinggih ludes terbakar.

"Karena itu, di saat intensitas hujan masih rendah seperti saat ini, kami minta masyarakat untuk waspada dengan potensi kebakaran lahan yang sering terjadi," pesan Putu Suarta. (dia)