JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography
SEMARAPURA-fajarbali.com | Sejumlah kepala keluarga (KK) di Kabupaten Klungkung harus melakukan pengembalian bantuan dari pemerintah, Selasa (1/6/2021).

Lantaran beberapa KK kurang mampu yang berasal dari Kecamatan Klungkung ini menerima dua bantuan sekaligus. Yakni Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLTDD) dan bantuan melalui program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Hal inipun menjadi temuan saat ada pemeriksaan dari aparat terkait.

Ni Wayan Wirta (56), merupakan salah seorang penerima bantuan ganda tersebut. Ia merupakan seorang janda yang bekerja sebagai buruh pengangkut pasir asal Dusun Minggir Desa Gelgel. Sehari-hari Ni Wayan Wirta tinggal di sebuah rumah kontrakan berdinding bedeng di wilayah Desa Tangkas bersama cucunya.

Sepeninggal suaminya, Ni Wayan Wirta harus berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya seorang diri. Tercatat sebagai warga miskin, sehingga Wirta mengaku tak mampu mengembalikan bantuan yang telah diterimanya sejak Januari 2021 lalu.

Baca Juga :
Lima Fraksi di DPRD Bali Kompak Apresiasi Raperda BUPDA
Fraksi Golkar DPRD Bali Minta Pendirian BUPDA Tak Ganggu Keberadaan LPD


Selain Ni Wayan Wirta, terdapat pula I Nyoman Suadnyana (56) buruh tani asal Dusun Jro Agung dan Ni Ketut Wandri (60) yang juga seorang buruh tani asal Dusun Pegatepan Desa Gelgel. Selain mendapatkan BPNT Kemensos karena terdaftar dalam DTKS, ia juga sebagai penerima BLT Dana Desa. Sehingga wajib untuk mengembalikan  BLT Dana Desa tersebut.

"Para warga ini dengan dengan latar belakang yang sama, baru masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kementerian Sosial sehingga memperoleh bantuan dari pusat, namun ternyata mereka juga sebagai penerima BLTDD dari Desa. Dengan kondisi ekonomi mereka yang hanya berkerja sebagai buruh tani dan penambang pasir, tentu akan sulit untuk mengembalikan bantuan yang telah mereka pakai sejak Januari 2021. Maka dari itu untuk meringankan beban warga ini saya membantu mengembalikannya. Mudah mudahan tidak terjadi di Desa lain." ujar Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta ketika melihat langsung kondisi rumah warga penerima BLT tersebut.

Lebih lanjut Bupati Suwirta meminta kepada semua prajuru supaya lebih serius dan tekun mengurusi warganya masing-masing. Warga yang memang pantas untuk mendapat bantuan supaya didata dan dilaporkan, sedangkan yang masih mampu untuk bekerja supaya diberdayakan sehingga bisa keluar dari KK Miskin.

Koordinasi antara pemerintah daerah dan Desa harus terus terjalin dan ditingkatkan. Perbekel, klian dan Kepala Dusun didorong agar bisa menyelesaikan persoalan di keluarga miskin ini supaya mereka bisa hidup dengan lebih layak.

Sementara itu Perbekel Desa Gelgel, Wayan Sudiantara menyampaikan terima kasih kepada Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta karena sudah turun tangan menyelesaikan persoalan ini. Tiga orang warganya yang tergolong KK Miskin ini sejak Januari 2021, setiap bulannya telah menerima BLTDD Rp 300.000. Hal ini menjadi temuan tim Pemeriksa sehingga dana yang yang telah diterima masing-masing harus ditarik atau dikembalikan ke desa. (dia)