JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography
SEMARAPURA-fajarbali.com | Sampah masih menjadi permasalahan utama di Kabupaten Klungkung. Tak henti-henti, pemerintah daerah mengingatkan masyarakat mengenai ketentuan mengelola sampah rumah tangga. Sayangnya, meski sudah berulang kali diingatkan, masih saja didapati warga yang tak taat memilah sampah.

Hal inipun membuat Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta kecewa, Minggu (30/5/2021). Seolah tak ada toleransi lagi, bupati berucap akan menjatuhkan sanksi Tindak Pidana Ringan (TIPIRING) bagi masyarakat yang "membandel".

Kekecewaan Bupati Suwirta tersebut diungkap ketika dirinya bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung, Ketut Suadnyana dan Kasatpol PP dan Damkar, I Putu Suarta melakukan monitoring Ketaatan masyarakat memilah sampah di kawasan perkotaan. Pemantauan dimulai sejak pagi, mulai dari wilayah Semarapura Kangin, Kampung Lebah, Semarapura Klod Kangin, di jalan Puputan, Desa Kamasan, berakhir di Desa Gelgel.

Baca Juga :
Dukung Pergub Bali Nomor 47 Tahun 2019, Desa Sibetan dalam Pengelolaan Sampah
Bupati Gede Dana Buka Muslok Orari Lokal, Ajak Bangun Bersama Karangasem Era Baru


Selama pemantauan, bupati masih mendapati warga yang membuang sampah tanpa dipilah. Selain itu, ada pula yang terlambat membuang sampahnya.
Mendapati hal tersebut, Bupati asal Nusa Ceningan ini langsung memberikan pemahaman terkait pemilahan sampah dari rumah dan waktu pembuangan sampah.

Pihaknya juga meminta warga tersebut  untuk memasukan atau mengambil kembali sampahnya. Jika tidak, maka akan langsung dikenai sanksi Tindak Pidana Ringan (TIPIRING) sesuai Perda yang telah ditetapkan. Mendapat teguran seperti itu, warga pun meminta maaf dan segera mengambil dan membawa kembali sampah mereka ke rumah untuk dipilah.

"Saya harap peran serta masyarakat Klungkung untuk memilah sampah, akan sangat besar dampaknya bagi lingkungan kita. mari kita semua dukung upaya pemerintah Kabupaten dalam menjadikan Kabupaten Klungkung menjadi Kabupaten yang bersih, sehat, indah dan nyaman," ajak Bupati Suwirta.

Selanjutnya, dengan menggunakan pengeras suara yang terpasang di atas mobilnya, Bupati Suwirta bersama OPD terkait kembali melakukan sosialisasi sekaligus mengimbau masyarakat untuk bisa mematuhi jadwal pembuangan sampah. Warga diminta untuk memilah sampah sesuai jenisnya dari rumah masing-masing atau dari sumbernya sesuai peraturan yang ditetapkan.

"Saya apresiasi masyarakat yang sudah bersedia memilah sampah sesuai dengan peraturan yang berlaku, dan kepada masyarakat yang belum melaksanakan hal tersebut, segera laksanakan karena ini akan membawa dampak positif bagi diri kita sendiri dan orang disekitar kita serta lingkungan tempat kita berada, “ Imbuhnya.

Untuk diketahui, di Kabupaten Klungkung terdapat dua peraturan yang berlaku dalam menangani sampah. Yakni Perda Kabupaten Klungkung Nomor 7 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah dan Pergub Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber. (dia)