JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography
SEMARAPURA-fajarbali.com | Walaupun jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Klungkung melandai, tim Satgas Covid-19 tak henti-henti melakukan pengawasan protokol kesehatan (Prokes) di masyarakat. Dari hari ke hari, diakui ketertiban masyarakat semakin tinggi. Terbukti dari jumlah pelanggar prokes yang cenderung mengalami penurunan.

Bidang penegakkan humum dan disiplin Satgas Covid-19 Kabupaten Klungkung yang dikoordinir, Kasatpol PP dan Damkar Klungkung, I Putu Suarta, Kamis (27/5/2021) menyampaikan, setiap hari timnya tetap melakukan pengawasan prokes. Hasilnya, tak dipungkiri masih saja ada masyarakat yang melakukan pelanggaran.

Terutama untuk penggunaan masker. Masih ditemukan, warga yang hanya menyimpan maskernya di saku, tas, dan ada pula yang dikenakan di dagu. Alasannya bermacam-macam, karena sedang merokok, jarak rumah yang dekat, atau ada pula yang mengaku lupa karena usai menyantap makanan.

Baca Juga :
Ketua LPD Dawan Klod Ditahan, Selidiki Aliran Dana, Polisi Lacak Tersangka Lain
Diterjang Gelombang Pasang, Puluhan Jukung di Ujung Pesisi Alami Kerusakan


Meskipun demikian, Putu Suarta memastikan seiring berjalannya waktu pelanggaran prokes di Kabupaten Klungkung cenderung menurun. Hal ini terbukti dari jumlah pelanggar yang terciduk di setiap penertiban hanya berkisar 3-4 orang. Itupun didominasi oleh warga dari luar Kabupaten Klungkung.

"Kesadaran masyarakat sudah tinggi, sehari paling 3-4 orang pelanggar, itupun bukan warga Klungkung. Seperti kemarin di Banjarangkan kita temui pelanggar dari luar Klungkung. Alsannya ada yang mengaku sedang merokok, padahal sudah kita peringati kalau mrokok sambil bawa kendaraan itu bisa berbahaya," ujarnya.

Selain di wilayah perkotaan, Satgas Covid-19 juga melakukan pemantauan hingga ke tingkat desa. Sejauh ini, di desa-desa masih ditemukan masyarakat yang tidak menggunakan masker saat beraktivitas. Misalnya saat mengobrol di warung.

Sebaliknya saat melakukan aktivitas ke luar desa, mereka pasti ingat menggunakan masker. Padahal, justru di saat mengobrol itulah waran terjadi penularan virus. Untuk itu, Putu Suarta mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat desa. Khususnya terkait penerapan PPKM Mikro berbasis desa adat.

"Di desa kita kan kembali ke PPKM mikro berbasis desa adat," tegasnya.

Sementara untuk jumlah pelanggaran dan sanksi denda yang sudah didata oleh Satpol PP yakni pada tahun 2020 sebanyak 140 orang. Kemudian sejak awal tahun 2021 hingga tanggal 27 Mei 2021 sudah tercatat 70 orang yang dikenai sanksi denda. Total denda yakni mencapai Rp21 Juta. (dia)