JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography
SEMARAPURA-fajarbali.com | Nusa Penida dikenal dengan keindahan alam bawah lautnya. Pesona bahari itulah yang menjadikan Nusa Penida sebagai primadona bagi wisatawan. Nah, kini di kala sektor pariwisata 'tertidur' akibat pandemi Covid-19, kelestarian alam bawah laut khususnya terumbu karang di Desa Ped tetap dijaga.

Caranya, para penggiat terumbu karang rata-rata menanam 100 bibit karang baru setiap bulannya. Dengan harapan, ketika pariwisata bangkit, perairan Nusa Penida semakin menarik.

Penggiat Terumbu Karang, I Nyoman Karyawan, menuturkan, pelestarian terumbu karang sudah ditekuninya sejak lima tahun lalu. Walaupun kondisi pariwisata saat ini sedang terpuruk karena pandemi Covid-19, ia bersama 24 orang anggota penggiat terumbu karang tak lantas diam. Mengingat, terumbu karang adalah objek vital bagi kelangsungan pariwisata di Nusa Penida.

Baca Juga :
Pulihkan Pariwisata Melalui Sport Tourism, Klungkung Rancang Lapangan Voli Berstandar Internasional di Jungutbatu
Pesisir Karangdadi Diterjang Ombak Besar, Bangunan Warung Rusak, Sawah Terendam Air Laut


"Meski sektor pariwisata sedang beristirahat karena pandemi, kami penggiat terumbu karang tetap aktif merawat dan memelihara terumbu karang yang ada di Nusa Penida khususnya di Desa Ped. Transplantasi karang dilakukan secara berkala setiap tahunnya, dan sekarang mulai ada hasilnya," ujarnya beberapa waktu lalu.

Selama ini, trasnplantasi atau penanaman dilakukan di daerah Ped lebih tepatnya di SD Point. Luas lahan yang ditanami sekitar 20 are. Pada bulan Februari lalu, terumbu karang yang ditanam sebanyak 6.000 bibit. Jika dihitung setiap bulannya, rata-rata ada 100 bibit karang baru yang ditanam.

Dengan berbagai metode dan media. Sejauh ini penggiat terumbu karang Nuansa Pulau tak sendiri, mereka juga melakukan kerja sama dengan Coral Triangle Center, Ocean Gardener, Dinas Kelautan dan Perikanan Bali, Pemerintah Desa Ped dan Pemda Klungkung.

Dengan kerja keras timnya, Karyawan mengatakan saat ini terumbu karang di perairan Ped dalam kondisi sehat. Rata-rata tingkat keberhasilan penanaman yang dilakukan secara rutin mencapai 95 persen. Peran masyarakat dan juga pemerintah dalam upaya ini juga diharapkan dapat ditingkatkan. Utamanya dalam pembinaan dan memfasilitasi kegiatan pelestarian.

"Mengingat terumbu karang menjadi tujuan wisata, kita berharap semua masyarakat ikut peduli," harapnya. (dia)