JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography
SEMARAPURA-fajarbali.com | Seiring dikebutnya pelaksanaan vaksinasi massal, penularan Covid-19 di Kabupaten Klungkung juga melandai. Bahkan berdasar surat Dinas Kesehatan Klungkung tertanggal 17 Mei 2021, mayoritas desa di Kabupaten Klungkung sudah menjadi zona hijau.

Meski demikian, seolah tak mau lengah, Satgas Covid-19 Kabupaten Klungkung tetap melakukan pengawasan protokol kesehatan (prokes) di masyarakat secara ketat. Hasilnya, ternyata masih saja ditemukan masyarakat yang melakukan pelanggaran.

Kamis (20/5/2021), tim Satgas Covid-19, khususnya bidang penegakan hukum dan disiplin yang dikoordinir Kasatpol PP dan Damkar Klungkung, Putu Suarta melakukan pemantauan prokes di sejumlah lokasi. Dimulai dengan melakukan penyisiran di Pasar Umum Galiran, berlanjut ke Jalan Jepun, Mahoni dan Jalan Kenyiri. Untuk penyisiran di Pasar Galiran, Putu Suarta mengatakan baik pedagang maupun pengunjung pasar sudah tertib prokes.

"Dari penyisiran di dalam pasar masih terkendali," ujarnya.

Baca Juga :
Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Apresiasi Kegiatan Sosial Tabanan Bersatu
Awasi Jalur Tikus, Kapolsek Negara Cek Pesisir


Kondisi berbeda justru ditemukan di sepanjang Jalan Mahoni. Di sana didapati 5 orang warga yang melakukan pelanggaran prokes. Khususnya dalam hal penggunaan masker. Kelima pelanggar tersebut tidak menggunakan maskernya secara benar. Melainkan hanya diletakkan saja di atas meja. Atas pelanggaran tersebut, kelimanya lantas dijantuhi saksi berupa peringatan atau teguran tertulis.

Dikatakan, pelanggaran prokes yang ditemukan di Jalan Mahoni ini bukanlah yang pertama. Lantaran terlalu sering mendapati pelanggaran di lokasi tersebut, jajaran Satpol PP sampai memberikan atensi khusus di sepanjang ruas Jalan Mahoni.

"Jalan Mahoni memang jadi atensi Pol PP, karena di sana sering terjadi pelanggaran ketertiban umum. Dengan seringnya kita turun ke lokasi, semoga semakin kondusif," ujar Putu Suarta.

Lebih lanjut diingatkan, walaupun penyebaran Covid-19 di Kabupaten Klungkung saat ini cenderung melandai, tetapi masyarakat diharapkan agar tidak lengah. Caranya dengan tetap menaati protokol kesehatan.

"Kepada warga masyarakat agar tetap taat prokes Covid-19. Walaupun situasi agak landai, dalam kelengahan akan sangat berpeluang bagi kita terkena Covid-19. Apalagi prosentase kematian di Bali cukup tinggi 3,1persen.  Mari kita jaga diri kita, keluarga kita agar tetap sehat dan tetap bisa beraktivitas," imbuhnya.

Untuk diketahui, berdasarkan surat Kadis Kesehatan Klungkung tanggal 17 Mei 2021, dari 59 Desa/Kelurahan yang ada di Klungkung, mayoritas sudah masuk zona hijau hanya ada 8 desa yang statusnya masih zona kuning. Kedelapan Desa tersebut tersebar di empat kecamatan. 

Di Kecamatan Banjarangkan ada tiga desa yakni, Tohpati, Bumbungan, dan Bakas. Kecamatan Klungkung ada tiga Desa juga yang zona kuning yakni Kamasan, Desa Gelgel dan Kelurahan Semarapura Klod. Sementara kecamatan Dawan hanya satu Desa yakni Desa Gunaksa. Begitupula dengan kecamatan Nusa Penida hanya satu ada satu Desa masuk zona kuning yakni Desa Batununggul.

Sementara berdasarkan data update Covid-19 Klungkung pada tanggal 19 Mei 2021 pukul 15.00 Wita, jumlah warga yang telah terkonfirmasi sebanyak 1.756 orang dan  sembuh sebanyak 1.669 orang. Sedangkan yang masih menjalani perawatan kini tinggal 11 orang. Sementara yang meninggal 76 orang. (dia)