JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography
SEMARAPURA-fajarbali.com | Komisi II DPRD Klungkung menyoroti proyek pembangunan Pelabuhan Sampalan, di Desa Batununggul, Kecamatan Nusa Penida. Hal ini menyusul temuan adanya banyak tenaga kerja yang libur serangaikan hari Raya Lebaran.

Untuk mengantisipasi agar keterlambatan pengerjaan, Komisi II yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Klungkung, Tjokorda Gede Agung menyarankan agar pelaksana proyek menambah tenaga kerja usai Lebaran.

Tjokorda Gede Agung, Jumat (14/5/2021) menyampaikan, ia bersama anggota Komisi II DPRD Klungkung melakukan peninjauan ke lokasi proyek pada Selasa (11/5/2021), tepatnya dua hari sebelum hari Lebaran. Ketika itu, pihaknya mendapati banyak tenaga kerja yang libur. Sehingga dikhawatirkan akan berdampak pada perkembangan pembangunan pelabuhan yang kini sudah rampung 70 persen tersebut.

Baca Juga :
Pelabuhan Sampalan Ditarget Beroperasi Awal 2022, Menhub Penuhi Janji Kepada Warga Nusa Penida
Rawan Duktang, Tiga Wilayah Diawasi Satpol PP, Masuk Klungkung Tak Wajib Bawa Surat Bebas Covid-19


Sebagai upaya antisipasi terjadinya keterlambatan pengerjaan, Tjok Agung menyarankan agar seusai hari Lebaran, pelaksana proyek segera menambah tenaga kerja. Hal ini untuk mengganti pengerjaan yang mungkin saja tertunda kerena banyak tenaga kerja libur. Sehingga pelabuhan yang menelan anggaran puluhan miliar tersebut bisa rampung tepat waktu. Di samping itu, pihak pelaksana juga diingatkan agar tetap menjaga kualitas selama pengerjaan.

"Kualitas harus tetap baik, mengingat pelabuhan ini sudah ditunggu-tunggu masyarakat. Kami sudah berikan bayangan. Kalau sampai lama libur pasti mundur dari rencana kerja. Tapi rekanan dan konsultan pengawas sudah berjanji menambah tenaga dan kerja shif,” terangnya.

Selain persoalan tenaga kerja, selama penunjauannya Komisi II juga memperoleh informasi terkait kendala pihak pelaksana dalam menempatkan material bangunan. Mengingat saat ini di lokasi proyek juga sudah dipenuhi material. Apalagi jika tahap finishing, yang dipastikan akan memerlukan lebih banyak material lagi.

Menyikapi hal tersebut, Tjok Agung menyarankan pihak pelaksana agar berkoordinasi dengan instansi terkait. Sehingga diizinkan untuk meletakkan material bangunan di jalur menuju pelabuhan. Dengan catatan, material yang didatangan harus sesuai dengan kebutuhan. Sehingga tidak berlama-lama menumpuk dan menutup akses jalan yang bisa saja sewaktu-waktu dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Mengingat saat ini, material yang datang biasanya dibiarkan memumpuk selama 2-3 hari.

"Koordinasikan dengan pihak terkait bahwa akan menempatkan material di jalur menuju pelabuhan. Kalau sudah mendapatkan izin, harap diatur. Agar jangan sampai berlama-lama menimbun material di jalur pelabuhan. Datangkan sesuai kebutuhan saja," sarannya. (dia)