KLUNGKUNG
Typography
SEMARAPURA-fajarbali.com | Satpol PP Kabupaten Klungkung mulai meningkatkan pengawasan sebagai antisipasi serbuan penduduk pendatang (duktang) pasca Lebaran.

Koordinasi dengan aparat desa hingga camat sudah dilakukan. Minggu (16/5/2021), Kasatpol PP dan Damkar Klungkung, Putu Suarta menyebut ada tiga wilayah yang akan dipantau ekstra lantaran kerap menjadi 'kantong' duktang.

Saat dikonfirmasi, Putu Suarta mengungkap, dengan ketatnya penyekatan di pintu-pintu masuk Bali, maka diprediksi tahun ini tidak akan terjadi lonjakan duktang di Kabupaten Klungkung. Apalagi jika berkaca dari data tahun lalu, yang mana juga menujukkan tidak adanya peningkatan duktang.

"Kalau Lebaran tahun kemarin sangat-sangat sedikit duktang, karena kembali ada pembatasan mudik. Di pelabuhan-pelabuhan untuk bepergian juga dijaga diperketat. Sehingga tahun ini kemungkinan lebih sedikit lagi duktangnya, karena ada banyak pemudik yang diputar balik," ujar Putu Suarta.

Baca Juga :
Komisi IV DPRD Bali Berpandangan Vaksin AztraZaneca Tak Perlu Dihentikan
Sebanyak 253 Napi di Bangli Terima Remisi Idul Fitri


Meski demikian, pejabat asal Lingkungan Pegending ini memastikan pihaknya tetap akan meningkatkan pengawasan. Terutama jika sudah memasuki H + 7 Lebaran. Lantaran tahun-tahun sebelumnyq biasanya mulai saat itu duktang mulai memasuki wilayah Klungkung.

Sejauh ini, sebagai antisipasi Putu Suarta sudah berkoordinasi dengan pihak Perbekel, Camat, dan Linmas. Dikatakan ada sejumlah lokasi yang rawan menjadi kantong-kantong duktang. Diantaranya kos-kosan yang tersebar di tiga titik, yakni Jalan Matahari, Kresna, dan juga Kenyeri.

"Harapan kita di tingkat desa, Linmas lakukan pantauan terus. Pemilik kos-kosan dan rumah sewa hendaknya ikuti aturan untuk mendata orang-orang yang menyewa kos atau rumahnya," tegasnya.

Lebih lanjut dijabarkan, syarat bagi para duktang untuk dapat tinggal di wilayah Klungkung masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal yang terpenting tentu KTP sebagai identitas diri. Kemudian, jika sudah lebih dari 1 x 24 jam, diwajibkan melapor kepada aparat desa di lingkungannya masing-masing.

Sedangkan untuk surat keterangan bebas Covid-19, Putu Suarta mengatakan tidak diwajibkan. Lantaran, di sejumlah titik penyekatan pasti sudah dilakukan pengecekan secara ketat.

"Syarat tinggal di Klungkung, untuk sementara karena sudahdilakukan penyekatan-penyekatanan ketat di masing-masing pelabuhan itu (bebas Covid-19) kita gak lampirkan. Hanya identitas diri dulu, kalau sudah menetap di kos harus lapor diri," imbuh Putu Suarta. (dia)