JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Meski tak ada desa di Kabupaten Klungkung yang masuk kategori zona merah atau orange, Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kabupaten Klungkung tetap diperpanjang. Perpanjangan dilakukan hingga 14 hari ke depan, yakni mulai tanggal 23 Februari hingga 8 Maret mendatang.

Tak ada perbedaan besar dengan PPKM Mikro sebelumnya, hanya saja untuk saat ini warga yang terkonfirmasi Covid-19 menjadi tanggung jawab Satgas Desa.

Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Klungkung, Putu Widiada, Senin (22/2) menyampaikan, perpanjangan PPKM Mikro ini mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 4 tahun 2021. Salah satu poin penting dalam pelaksanaan PPKM Mikro gelombang kedua ini adalah pengoptimalan posko Satgas Covid-19 baik di desa maupun kelurahan. Kini, Satgas Desa memiliki kewenangan untuk bertanggung jawab atas warganya yang terkonfirmasi Covid-19. Mulai dari pengawasan karantina mandiri di rumah masing-masing hingga memberikan pasokan sembako selama warganya dalam masa karantina.

"Jika ada kasus positif (Covid-19), maka itu menjadi tanggung jawab Satgas Desa untuk melakukan karantina," ujar Widiada.

Dalam hal ini, Satgas Desa tentu tidak sendiri. Apabila pemerintah desa tidak sanggup menanggung seluruh kebutuhan warga selama masa karantina, maka pemkab siap untuk bersinergi memberi bantuan. "Kalau bantuan sembako, pemerintah desa sudah ada anggaran dan pemerintah juga sudah ada anggaran, tentu akan bersinergi. Tapi kalau pemerintah desa sudah memberikan bantuan kebutuhan dasar tentu pemerintah daerah tidak memberikan lagi," jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, berdasarkan pada data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung tertanggal 22 Februari 2021, dari 59 desa/kelurahan di Kabupaten Klungkung, tidak ada yang masuk dalam kategori zona merah ataupun orange. Desa/kelurahan di Kabupaten Klungkung berada di zona kuning dan hijau. Seperti di Kecamatan Banjarangkan, dari 13 desa ada 4 desa yakni Tohpati, Bungbungan, Takmung, dan Tihingan yang di zona kuning, sisanya zona hijau. Di Kecamatan Dawan dari 12 Desa, sebanyak 5 desa berada di zona kuning, diantaranya Kusamba, Besan, Gunaksa, Sampalan Klod, dan Paksebali.

Kemudian di Kecamatan Nusa Penida, dari 16 desa hanya 3 desa yang berada di zona kuning, yakni Batununggul, Ped, dan Klumpu. Nah, untuk zona kuning terbanyak terdapat di Kecamatan Klungkung. Tercatat dari 18 desa/kelurahan, sebanyak 11 desa di zona kuning. Diantaranya Desa Tojan, Satra, dan Kamasan.

Meskipun tidak ada desa yang masuk zona merah, Widiada menegaskan saat ini Kabupaten Klungkung tetap akan memgefektifkan peran Satgas Desa. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir penularan Covid-19 di desa dan kelurahan.

"Selama PPKM Mikro di Kabupaten Klungkung diperpanjang. Kita segera menekankan untuk mengefektifkan posko Satgas di desa/ kelurahan," tegasnya. (dia)