JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Setelah resmi memiliki Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR), kini RSUD Klungkung juga sudah mengantongi izin atas operasinal laboratorium tersebut dari Litbangkes pusat. Dengan adanya izin tersebut, maka RSUD Klungkung sudah bisa mengeluarkan hasil swab test dalam bentuk dokumen resmi.

Hal ini disambut positif, lantaran dapat mempercepat penanganan terhadap pasien yang sudah sembuh ataupun baru dinyatakan terkonfirmasi atau positif Covid-19.

"Sekarang di RSUD bisa lebih cepat lakukan penanganan, jadi lebih enak. Ruang isolasi lebih cepat dikosongkan bila pasien sudah negatif. Sebaliknya kepada yang positif juga bisa cepat dilakukan terapi yang sesuai," ujar Direktur RSUD Klungkung, dr. Nyoman Kesuma, Kamis (26/11).

Disebutkan, semenjak memiliki laboratorium PCR, dalam sehari rata-rata RSUD Klungkung bisa menguji sampel swab test sebanyak 30-50 sampel. Hasilnya pun bisa diketahui dalam waktu singkat. Sehingga memudahkan tim medis untuk melakukan penanganan. Lebih lanjut dr. Kesuma mengatakan, saat ini ada 20 pasien positif Covid-19 yang masih menjalani perawatan di RSUD Klungkung. Penambahan kasus ini terbilang landai, dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

"Penambahan jumlah pasien stabil landai. Khusus penggunaan APD level 3 juga sudah menurun karena kita juga sudah menutup dua ruang isolasi. Yakni ruang isolasi di basement dan ruang jambu. Sekarang ruangan itu sudah kembali jadi ruang perawatan biasa," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, pada Sabtu (14/11) lalu, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta meresmikan Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) di RSUD Klungkung. Dengan adanya laboratorium ini, maka masyarakat tidak perlu menunggu lama lagi untuk hasil uji swab test. Jika sebelumnya harus menunggu hingga seminggu, kini dalam waktu enam jam saja hasil swab sudah bisa diketahui."Jika biasanya harus menunggu tiga hari sampai satu minggu, kini enam jam setelah tes swab dilakukan, hasil sudah keluar," ujar Bupati Suwirta didampingi Dirut RSUD, I Nyoman Kesuma, serta Kepala Dinas Kesehatan, dr. Made Adi Swapatni saat peresmian Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) tersebut. (dia)