JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography
SEMARAPURA - fajarbali.com | Pembangunan Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center di Dusun Karangdadi, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung sudah berjalan 90 persen.


Selasa (17/11/2020), Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta meninjau pengerjaan finalisasi proyek senilai Rp2,1 Miliar tersebut. Bupati optimis, jika pembangunan tuntas dan TOSS Center beroperasi sepenuhnya, maka persoalan sampah yang terjadi di Kabupaten Klungkung bisa dituntaskan.

Untuk pembangunan tahan kedua ini difokuskan untuk pengerjaan gedung learning center, koperasi, bangunan pengolahan sampah organik, tembok penyengker, setra padmasana. Bupati Suwirta yang didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Klungkung, Anak Agung Kirana selain melakukan peninjauan juga memantapkan konsep finalisasi pembangunan TOSS Center tersebut.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah pemantapan tempat pengolahan pupuk kompos. “Di setiap sel ini akan menampung sekitar 8 truk sampah dengan proses permentasi selama dua bulan,” ujarnya. Bupati Suwirta optimis, dengan adanya tempat pengolahan pupuk kompos ini, maka persoalan sampah yang ada di Klungkung dapat diatasi.

Sementara untuk mendukung gedung learning center, di TOSS Center juga sudah disiapkan tempat parkir yang luas yang dapat menampung bus dan kendaraan rota empat. Sehingga kenyamanan pengunjung yang ingin belajar tentang pengolahan sampah bisa terjamin. “Parkir nyaman, dapat ilmu pengolahan sampah serta tempat refresing yang akan dilengkapi dengan jalur tracking juga kami siapkan,” tandas Bupati asal Nusa Ceningan ini.

Lebih lanjut dijelaskan bangunan ini belum sempurna, perlu pembangunan secara bertahap. “Kita akan coba lengkapi di tahun 2022, dan di tahun 2021 saya harapkan semua desa tidak lagi membuang sampahnya ke TPA, tetapi sampah kita fokuskan di Toss Center ini, " imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung, Anak Agung Ngurah Kirana mengatakan pembangunan TOSS Center tahap dua ini dianggarkan Rp 2.100.080.000 dengan waktu pelaksanaan selama 180 hari kalender. "Kini sudah berjalan 90 persen tinggal nunggu finishing lagi sedikit," ujar Kirana optimis. (dia).