JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography
SEMARAPURA - fajarbali.com | Distribusi air bersih rupanya masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Klungkung. Selain aliran air PDAM yang sering tersendat karena kebocoran pipa, rupanya ada 70 kepala keluarga yang selama berbulan-bulan tak mendapat aliran air PDAM secara merata.



Tepatnya di Banjar Cempaka, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Klungkung. Sebagai gantinya, kini warga berencana untuk memanfaatkan air dari sebuah sumur tua yang ada daerah tersebut.

Menindaklanjuti rencana tersebut, Selasa (16/11/2020), Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta meninjau kondisi air di sumur tua yang terletak di Banjar Cempaka. Dalam tinjauannya, Wabup Kasta meminta kepada perangkat desa agar kondisi sumur diperiksa terlebih dahulu. Pemeriksaan dilakukan terkait debit air, jumlah warga yang memanfaatkannya termasuk status lahan tempat sumur tersebut.

“Kalau sudah pasti, buatkan proposal ke Pemerintah Daerah agar nanti bisa ditindaklanjuti,” ujar Wabup Kasta didampingi Camat Dawan, Dewa Widiantara.

Rencana untuk memanfaatkan air dari sumur tua ini tercetus karena hampir dua bulan aliran air PDAM untuk warga di daerah Celuk, Banjar Cempaka tidak merata. Menurut salah seorang warga Celuk, Kadek Suantara ada sekitar 70 KK yang tidak mendapatkan air secara merata. Pihaknya berharap sumur yang lokasinya tidak jauh dari Balai Banjar Cempaka ini bisa diaktifkan kembali. Yakni dengan mengangkat airnya kemudian disalurkan kepada masyarakat.

Selain meninjau kondisi sumur di Banjar Cempaka, di hari yang sama Wabup Kasta juga mengecek proses perbaikan sambungan pipa transmisi di sumber air Telaga Waja, Rendang Karangasem.
yang mengalami kebocoran sejak Minggu (15/11/2020) dini hari. Ketika itu, Wabup asal Desa Akah ini mendapati para pekerja sudah menyelesaikan perbaikan. Dirinya juga langsung mencoba menghidupkan salah satu mesin pengangkat air tersebut.

"Semoga dengan upaya ini saluran PDAM Klungkung bisa kembali normal," harap Wabup Kasta sembari memberikan semangat kepada Dirut PDAM Klungkung, I Nyoman Renin serta jajaran petugas terkait.

Diberitakan sebelumnya, kebocoran sambungan pipa mata air Rendang tersebut sudah terjadi sejak Minggu (15/11/2020) dini hari. Pemicunya, karena aliran listrik PLN sempat padam, kemudian saat listrik menyala terjadi tekanan balik. Sehingga sambungan pipa jenis High Density Polyethylene (HDPE) atau plastik yang menggunakan sistem pompa tersebut mengalami kebocoran.
Akibat kebocoran tersebut mayoritas pelanggan di wilayah Kecamatan Klungkung yang jumlahnya mencapai 15.000 dipastikan terdampak dan tidak memperoleh distribusi air bersih. (dia).