JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography
SEMARAPURA - fajarbali.com | Rencana pembangunan Pusat Kebudayaan Bali di eks Galian C, Klungkung mulai memasuki babak baru. Senin (16/11/2020), Pemerintah Provinsi Bali melangsungkan kegiatan konsultasi publik rencana pembangunan kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya. Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta berharap masyarakat mendukung pembangunan mega proyek tersebut.



Dibandingkan terbengkalai dan status lahan tanpa kejelasan. Bupati justru khawatir eks Galian C hanya akan berakhir menjadi hutan rimba.

Bupati Suwirta menyampaikan, pihak sangat mendukung rencana Pemerintah Provinsi Bali untuk merealisasikan pembangunan Pusat Kebudayaan Bali di eks Galian C. Untuk kelancaran program tersebut, Bupati Suwirta pun berharap para pemilik lahan juga turut mendukung. Bupati asal Nusa Ceningan ini tak ingin, hingga berganti Gubernur dan juga Bupati, status lahan di eks Galian C terus tak ada kejelasan. Sehingga menurutnya kesempatan ini harus didukung oleh para pemilik lahan. Dibandingkan dibiarkan terbengkalai, dirinya khawatir eks Galian C akan berubah menjadi hutan rimba. Parahnya, persoalan tersebut juga bisa menjadi warisan bagi generasi berikutnya.

"Apapun program Gubernur Bali, kita wajib dukung. Kalau saya nakal dengan mendatangkan investor mungkin pak Gubernur akan sulit menjalankan rencana itu. Tapi saya ingin menata, mudah-mudahan direstui Tuhan," harap Bupati Suwirta.

Dalam acara konsultasi publik yang dihadiri oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster tersebut juga terungkap bahwa Pemerintah Provinsi Bali telah tim persiapan pengadaan tanah untuk membangun Pusat Kebudayaan Bali. Dijabarkan rencananya Pusat Kebudayaaan Bali ini akan dibangun di atas lahan seluas 325 hektar. Lahan tersebut tersebar di empat desa. Yakni
Desa Tangkas, Jumpai, Gunaksa, dan Sampalan Klod.

Tahap pertama, saat penlok satu telah ditetapkan lahan seluas 112 hektar untuk pembangunan prasarana pengendali banjir di Tukad Unda dan waduk Unda yang saat ini masih dalam proses pembebasan lahan. Kemudian untuk tahap kedua, dikatakan ada 213 hektar lahan yang akan ditetapkan. Lahan seluas 213 hektar tersebut terdiri atas 9 bidang aset milik Pemprov, 6 aset Pemkab Klungkung, 23 bidang aset sitaan Kejaksaan, 959 bidang tanah masyarakat, 12 bidang tanah negara dan sebanyak 45,37 hektar belum teridentifikasi.

"Kalau ada memprovokasi jadi calo (dalam tahap pengadaan lahan) dan lain-lain akan berhadapan dengan saya," ujar Gubernur Wayan Koster.

Lebih lanjut disampaikan, apabila proses pengadaan lahan sudah rampung, Gubernur Wayan Koster menarget pembangunan bisa dimulai pada tahun 2022 mendatang. Kemudian diharapankan sudah tuntas pada 2023. Sedangkan untuk anggaran, Gubernur Koster sempat menyampaikan mengenai rencana pinjaman PEN senilai Rp2,5 Triliun untuk merealisasikan pembangunan Pusat Kebudayaan Bali tersebut.

Di sisi lain, Klian Subak Tangkas dan Pegoncangan, Nengah Wija menyampaikan dukungan atas rencana Pemprov Bali membangun Pusat Kebudayaan Bali di eks Galian C. Namun, pihaknya sangat berharap proses pembebasan lahan dapat dilakukan sengan harga yang sewajarnya. Jika memungkinkan, dirinya ingin pembahasan lahan seharga Rp150 Juta per arenya. Dengan pertimbangan para pemilik lahan bisa membeli lahan produktif lain untuk digarap jika proses pembangunan sudah dimulai.

Untuk diketahui, Pusat Kebudayaan Bali akan dibangun dengan berbagai fasilitas. Diantaranya, fasilitas panggung terbuka berkapasitas 25.000 orang, dan gedung seni multifungsi berteknologi modern. Selain itu, akan dilengkapi pula dengan museum tematik (tekstil Bali, musik, tari, seni rupa, arsitektur, pengobatan tradisional hingga Raja-raja Bali). (put).