JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography
SEMARAPURA - fajarbali.com | Kabar duka menyelimuti keluarga Ketut Mudiarsa (64), asal Banjar Jelantik Koribatu, Desa Tojan, Klungkung. Pensiunan PNS tersebut ditemukan tak bernyawa di Sungai Cau, Minggu (15/11/2020) malam.


Setelah sebelumnya pamit untuk mandi, namun hingga malam tiba Mudiarsa tak kunjung kembali ke rumah. Hingga akhirnya pihak keluarga dibantu BPBD Klungkung melakukan pencarian dengan menyisir Sungai Cau.

Informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian tersebut bermula saat Mudiarsa pamit untuk mandi di Sungai Cau. Tepatnya sekitar pukul 17.00 Wita, ia berangkat dengan mengendarai sepeda motor Supra DK 6981 ME. Namun, hingga malam Mudiarsa rupanya tidak kunjung pulang dan hal itupun membuat pihak keluarganya khawatir. Kemudian anggota keluarganya berupaya untuk melakukan pencarian dengan datang ke Sungai Cau.
Tepatnya di Jalan Puputan, Kelurahan Semarapura Klod.

Ketika itu, pihak keluarga mendapati sepeda motor korban terparkir dengan kondisi kunci masih nyantol. Tak jauh dari sepeda motor ditemukan sandal jepit yang biasa digunakan oleh Mudiarsa. Dengan perasaan cemas, anggota keluarganya lantas menyisir sepanjang Sungai Cau tetapi hasilnya nihil. Terowongan yang ada di sungai tersebut juga dijajaki dan Mudiarsa tetap tidak ditemukan. Akhirnya kejadian itu dilaporkan ke kantor polisi.

Senin (16/11/2020), Kapolsek Klungkung, Kompol Nyoman Suparta saat dikonfirmasi menyampaikan, pasca menerima informasi tersebut, tim dari BPBD Klungkung sempat terjun melakukan pencarian. Dimulai sejak pukul 20.30 Wita dengan menyisir sepanjang Sungai Cau. Dalam kondisi gelap, proses pencarian terus dilakukan. Hingga akhirnya pada pukul 23.15 Wita tubuh Mudiarsa ditemukan. Sayangnya, saat itu kondisi korban dikatakan sudah meninggal dunia.

Pensiunan PNS tersebut terseret arus sampai ke aliran Sungai Cau yang berada di Jalan Kenyeri IX, Br. Jelantik Koribatu.
"Saat ditemukan korban masih pakai baju warna hitam dan celana pendek, ada luka sobek di dahi," ungkap Kompol Suparta.

Pasca kejadian tersebut, jenazah korban sempat dibawa ke RSUD Klungkung. Namun, pihak keluarga menolak untuk dilakukan visum dan otopsi. Keluarga menerima kepergian korban sebagai musibah. Saat ini jenazah sudah dibawa ke rumah duka. (dia).