JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography
SEMARAPURA - fajarbali.com | Warga di tiga Dusun di Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung hingga kini belum menikmati aliran air bersih. Di musim kemarau, persediaan air di cubang-cubang hanya mampu bertahan untuk beberapa hari saja. Untuk mengakhiri krisis air berkepanjangan tersebut, kini warga sedang berupaya untuk memanfaatkan mata air Seganing, di Dusun Batugaing. Yakni mata air yang berada di sela-sela tebing curam dengan kedalaman sekitar 300 meter.



Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta bersama instansi terkait yang sedang melaksanakan kegiatan bedah desa, Jumat (6/11/2020) sempat meninjau lokasi mata air tersebut. Perbekel Bunga Mekar, Wayan Yasa yang turut mendampingi menjelaskan, selama ini Desa Bunga Mekar memang sudah memperoleh aliran air PDAM yang bersumber dari mata air Guyangan. Hanya saja, aliran air tersebut hanya sanggup mengalir ke empat dusun. Yakni, Dusun Punduk Aha Kaja, Pundah Aha Klod, Sebuluh Kawan, dan Batugaing. Itupun air tidak mengalir setiap hari, melainkan hanya tiga hari sekali. Sedangkan warga di tiga dusun lainnya, seperti Sompang, Penangkidan, dan Karangdawa benar-benar belum menikmati aliran air bersih.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga dikatakan harus membeli air. Yakni seharga Rp150 Ribu pertangki ukuran 1.100 liter. Biasanya air sebanyak itu hanya mampu bertahan untuk tiga hari saja. "Selama ini warga kami yang tidak dapat air memang punya penampungan yaitu cubang, tapi saat kemarau stok air pasti habis. Jadi mereka beli air, biasanya satu tangki kalau dipakai sedikit-sedikit hanya mampu bertahan 3 hari atau satu minggu," ujarnya.

Tak ingin terus menerus bergelut dengan krisis air, kini warga Desa Bunga Mekar sedang berupaya untuk memanfaatkan air yang bersumber dari mata air Seganing yang berada di Dusun Batugaing. Hanya saja, untuk mengalirkan air dari mata air tersebut tidaklah mudah. Lantaran mata air berada di bawah tebing curam dengan kedalaman sekitar 300 meter. Selama ini sudah sempat dilakukan uji coba dengan pemasangan pipa induk dari mata air yang berada di atas Pantai Segening tersebut, namun air belum berhasil terangkat dan mengalir.

"Untuk menemukan mata air ini, kita harus memuruni tebing curan sekitar 300 meter ke bawah. Harapan kami semoga ini segera bisa ditangani, karena kami memang sangat kekurangan air," harap Wayan Yasa di hadapan Bupati Suwirta.

Sementara Bupati Suwirta yang ada di lokasi memastikan akan meminta jajarannya untuk membuat perencanaan terlebih dahulu pemanfaatan mata air Segening tersebut. Jika air bisa naik, maka seluruh warga di Desa Bunga Mekar diyakini segera bisa menikmati aliran air bersih. Bupati Suwirta pun meminta agar perbekel terus memantau rencana tersebut, sehingga kelak tidak ada permasalahan di lapangan.

"Kalau air bisa naik, Bunga Mekar bisa dialiri air. Sekarang ini listrik sudah ada tapi air belum. Karena itu saya turun bersama tim hari ini agar bisa dituntaskan secepat-cepatnya," tegas Bupati Suwirta. (dia).