JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography
SEMARAPURA - fajarbali.com | Minimnya jumlah dokter spesialis di UPTD RSUD Gema Santi Nusa Penida masih menjadi 'PR' besar bagi Pemerintah Kabupaten Klungkung. Padahal selama menjabat, bupati kerap mengeluarkan rekomendasi dokter spesialis. Sayangnya yang kembali bertugas di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Klungkung sangatlah sedikit. Kondisi ini terungkap saat Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menandatangani MoU dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di ruang rapat Praja Mandala, Kamis (5/11/2020).



Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, dr.Ni Made Adi Swapatni yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan, dari segi pelayanan kesehatan, Klungkung memiliki 9 Puskesmas. Tiga Puskesmas berada di Kepulauan Nusa Penida dan 6 Puskesmas berada di Klungkung daratan. Di samping itu, Kabupaten Klungkung juga memiliki 2 rumah sakit. Yakni Rumah Sakit Umum Daerah Klungkung dan Rumah Sakit Umum Gema Santi Nusa Penida.

Rumah Sakit Gema Santi kini sedang berproses dari tipe D menuju Rumah Sakit Tipe C. Salah satu hal yang masih menjadi kendala pelayanan di Rumah Sakit Gema Santi saat ini adalah terkait kurangnya Dokter Spesialis. Dikatakan, hanya ada 4 orang Dokter Spesialis yang bertugas. Yakni Dokter Spesialis penyakit dalam, bedah dan anak, serta spesialis neurologi. Sedangkan yang sangat dibutuhkan adalah Dokter Spesialis kandungan, namun belum tersedia. Jika Dokter Spesialis kandungan sudah ada, maka ibu-ibu hamil yang berada di Nusa Penida tidak perlu dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Klungkung lagi.

Menyikapi kondisi ini, Kepala Bidang Pengembangan Kualifikasi SDMK Berkelanjutan Kementerian Kesehatan RI, dr. Ita Dahlia,M.H menyampaikan, Kementerian Kesehatan sudah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Klungkung terkait pendayagunaan Dokter Spesialis, Sub Spesialis dan Dokter Gigi Spesialis.

Melalui MoU tersebut, Kementerian Kesehatan bersama semua perhimpunan terkait melakukan pemenuhan Dokter Spesialis, sub spesialis dan Dokter Gigi spesialis di rumah sakit yang berlokasi di daerah terpencil, perbatasan, Kepulauan dan di Rumah Sakit Rujukan Regional, Rumah Sakit Pemerintah Provinsi serta daerah di seluruh Indonesia sesuai dengan perencanaan yang dibutuhkan.
Sejak tahun 2008-2020, pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan, telah memberikan biaya pendidikan kepada Dokter Spesialis, Sub Spesialis dan Dokter Gigi spesialis. Khusus untuk Kabupaten Klungkung sudah ada 14 orang dan yang telah lulus pendidikan Dokter Spesialis dan Dokter Gigi spesialis sebanyak 10 orang. Kini 10 orang tersebut telah bekerja di Rumah Sakit Daerah Klungkung.

"Kabupaten Klungkung merupakan kabupaten Kedua yang menandatangani Mou ini. Kami mengapresiasi respon cepat terkait komitmen yang diperlihatkan Pemkab Klungkung dalam hal pelayanan kesehatan," pujinya.

Sementara, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta berharap penandatanganan MoU ini dapat menjawab keraguan dan ketidakpercayaan masyarakat terkait pelayanan kesehatan di Kabupaten Klungkung. “Dari pertama saya jadi Bupati, tidak terhitung berapa banyak saya mengeluarkan rekomendasi dokter spesialis, tetapi saya baru tahu sekarang bahwa hanya 10 orang yang kembali bertugas di Rumah Sakit milik Pemerintah Kabupaten Klungkung," ujar Bupati Suwirta.

Lebih lanjut, Bupati Suwirta juga meminta dukungan kepada Kementerian Kesehatan RI dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Klungkung dan memohon bantuan berupa ambulance laut. Hal ini untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan terutama pelayanan kesehatan apabila ada masyarakat Nusa Penida yang harus dirujuk ke Rumah Sakit yang ada di Klungkung daratan. (dia).