JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography
SEMARAPURA - fajarbali.com | Pemerintah pusat kembali mengeluarkan kebijakan baru terkait penanganan Covid-19 di Provinsi Bali.



Karena belum adanya tanda-tanda penurunan kasus, kini untuk mendeteksi dini penyebaran virus tersebut, pemerintah akan melakukan swab test 'massal'. Dengan target 2.000 orang atau sampel per hari di seluruh Bali. Menyikapi kebijakan baru ini, Senin (26/10/2020) Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta mengadakan rapat bersama instansi terkait.

Dalam rapat tersebut diungkap, bahwa Bali masuk sebagai satu dari sepuluh provinsi yang menjadi skala prioritas pemerintah pusat dalam pelaksanaan kebijakan swab test massal tersebut. Dalam sehari, ditarget harus ada 2.000 sampel se-Bali yang bisa diuji. Menindaklanjuti kebijakan tersebut, Bupati Suwirta lantas menugaskan Dinas Kesehatan Klungkung untuk segera menyususn SOPnya.

Menurut Bupati, jika kebijakan swab tes ini benar-benar diberlakukan, untuk di Kabupaten Klungkung sasaran utama akan diarahkan kepada TNI dan Polri. Kemudian disusul oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun sebelumnya, agar pelaksanaannya dapat berjalan baik, psikologis peserta diminta harus tetap terjaga. "Pemahaman harus selalu diberikan, agar warga tidak berpikiran negatif tentang swab test," ujarnya dalam rapat yang dihadiri Sekda Klungkung, I Gede Putu Winastra, Kadiskes, dr. Ni Made Adi Swapatni, Kalak BPBD, Putu Widiada, serta perwakilan Polres Klungkung dan Kodim 1610/Klungkung.

Selain itu, instansi terkait juga diminta benar-benar memperhatikan mental kondisi calon peserta. Apalagi jika hasilnya terkonfirmasi atau positif Covid-19, maka peserta yang bersangkutan harus dipastikan siap untuk menjalani proses karantina di tempat yang sudah ditentukan.

Lebih lanjut Bupati Suwirta mengatakan, secara umum Pemkab Klungkung siap untuk melaksanakan kebijakan tersebut. Apalagi tak lama lagi, RSUD Klungkung akan menerima bantuan alat uji swab atau alat real time reverse-transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR). Dengan adanya alat ini, bupati optimis semakin banyak warga yang dapat menjalani tes swab dan hasilnya pun bisa diketahui dengan lebih cepat.

"Saat ini alat (PCR) belum siap, masih proses pengiriman dari Jakarta. Nanti kalau alat sudah siap, kita bisa layani masyarakat lebih banyak. Tidak hanya yang dari Klungkung, tapi dari manapun sampel asalkan sudah datang kita terima," imbuhnya. (dia).