JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography
SEMARAPURA - fajarbali.com | Harapan RSUD Klungkung untuk memiliki alat uji swab atau alat real time reverse-transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR) akhirnya terealisasi.



Pengadaan alat yang sebelumnya diusulkan di APBD Perubahan ini ternyata bisa direalisasikan melalui bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Selasa (13/10/2020, tim yang terdiri atas perwakilan BNPB sudah melakukan pengecekan kesiapan ruangan dan SDM Laboratorium PCR di RSUD Klungkung.

Dirut RSUD Klungkung, dr. Nyoman Kesuma menjelaskan, terealisasinya bantuan 1 unit alat PCR dari BNPB ini bermula dari rapat yang dilangsungkan oleh Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta dengan Gubernur Bali, I Wayan Koster. Dalam rapat itulah diungkapkan bahwa saat ini RSUD Klungkung membutuhkan alat PCR. Mengingat hasil uji swab yang selama ini dikirim ke Denpasar, memakan waktu cukup lama. Sehingga kerap menghambat proses penanganan pasien Covid-19 di RSUD Klungkung.

"Bupati awalnya berencana untuk anggarkan PCR ini di APBD Perubahan. Tapi saat rapat dengan Gubernur sampaikan bahwa di Klungkung butuh alat-alat PCR karena lama nunggu hasil kalau uji swan dikirim ke Denpasar. Kemudian Gubernur setuju, karena kita (Bali) dapat bantuan PCR dari BNPB, lalu kasi Klungkung satu unit," jelasnya seraya mengatakan hasil uji swab yang dikirim ke Denpasar paling cepat keluar dalam waktu dua hari. Kadang kalau libur bisa sampai empat hari.

Lebih lanjut disampaikan, bantuan alat PCR ini dalam sehari dapat memeriksa 96 sampel. Dengan kapasitas tersebut, dr.Kesuma mengatakan pihaknya akan mengutamakan pemeriksaan sampel bagi warga Klungkung. Namun, jika Pemprov Bali menginstruksikan untuk melayani pemeriksaan sampel dari wilayah Bali Timur, RSUD Klungkung pun dipastikan siap melayani. Sementara untuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan mengoperasikan alat tersebut, dr. Kesuma mengatakan pihaknya sudah menyiapkan 4 orang tenaga analis. Keempat tenaga tersebut akan ditugaskan untuk magang di Dinas Kesehatan Provinsi ataupun di RS Bali Mandara yang sudah kompeten.

"Kita belum jelas apakah bantuannya berupa satu set alat PCR atau satu unit alat PCR saja. Kalau cuma satu unit saja, nanti unit yang lain kita adakan sendiri. Katanya dalam empat hari ini datang alatnya," imbuh dr. Kesuma.

Sementara, untuk melihat dari dekat kesiapan ruangan dan SDM Laboratorium PCR, tim yang terdiri atas perwakilan BNPB Jakarta dan didampingi dari Dinas Kesehatan dan BPBD Provinsi Bali melakukan peninjauan langsung lokasi tempat dan ruangan untuk Laboratorium PCR di RSUD Klungkung. Dalam tinjauannya rombongan sangat mengapresiasi kerja keras dan kerjasamanya dalam menyiapkan sarana dan prasarana penanganan wabah Covid-19 termasuk persiapan ruang Laboratorium PCR. Walaupun masih ada perbaikan yang sedang dikerjakan sebelum alat PCR bisa dikirim dan diterima RSUD Klungkung.

Dirapankan dengan adanya laboratorium PCR di RSUD Klungkung, hasil pemeriksaan swab bagi masyarakat Bali Timur bisa keluar dengan cepat. Dengan demikian pasien mendapat penanganan dan obat yang tepat sehingga bisa meningkatkan angka kesembuhan dan menurunkan angka kematian. (dia).