JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Sejak Peraturan Gubernur (Pergub) dan juga Peraturan Bupati (Perbup) mengenai penerapan disiplin protokol kesehatan diberlakukan, nyaris setiap hari Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta memantau kepatuhan warganya.

Namun, sejauh ini belum ada pelanggar yang dijatuhi sanksi denda sebesar Rp100 Ribu. Lantaran pemerintah masih menjunjung upaya persuasif. Sanksi denda hanya akan dijatuhkan kepada warga yang 'bandel' dan bengkung.

Rabu (9/9), Bupati Suwirta terjun dan memantau aktivitas masyarakat di dua titik keramaian. Yakni Pasar Seni Semarapura dan juga Pasar Umum Galiran. Selama berkeliling, bupati tak henti-henti mengingatkan dan membujuk masyarakat secara halus agar selalu taat menggunakan masker dan taat pada protokol kesehatan. Tujuannya jelas, yakni untuk menghindari penularan dan penyebaran virus Corana.

Sejauh ini penegakkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 46 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru dan juga Peraturan Bupati Klungkung Nomor 66 Tahun 2020, memang masih dilakukan dengan cara persuasif. Bupati Suwirta selalu meminta agar masyarakat Klungkung bisa melaksanakan dengan sepenuh hati dan dengan kesadaran tinggi.

Jika ada warga yang terciduk tak mengenakan masker, maka petugas diminta untuk membina dan dibarengi dengan pemberian masker. Begitu juga jika ada yang menggunakan masker dengan cara tidak tepat, wajib diberikan pemahaman tentang cara penggunaan masker. Namun, langkah-langkah persuasif tersebut juga ada batasnya. Ditegaskan Bupati Suwirta, apabila ada warga yang 'bandel' apalagi bengkung, maka sanksi tegas akan dijatuhkan.

"Protokol kesehatan akan menjadi kebutuhan pokok, langkah-langkah persuasif harus kita kedepankan. Kecuali ditemukan berkali-kali dan bengkung setelah ditegur, silakan ambil tindakan sesuai dengan Pergub dan Perbub yang sudah ada," tegasnya.

Untuk diketahui, sejak Senin (7/9) lalu Satpol PP bersama tim gabungan Kabupaten Klungkung secara rutin telah melakukan sidak masker. Selain mendatangi tempat-tempat kemaraian, petugas juga menyisir area pertokoan di wilayah Klungkung. Menurut Kasatpol PP dan Damkar Klungkung, Putu Suarta, sejauh ini masyarakat Klungkung telah mentaati Peraturan Gubernur Bali Nomor 46 Tahun 2020 dan peraturan Bupati Klungkung Nomor 66 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 dalam tatanan kehidupan era baru ini. Hal ini terbukti saat sidak pihaknya tidak menemukan warga tanpa masker. Sehingga selama sidak tidak ada warga yang dikenakan sanksi denda Rp100 Ribu.

"Dalam mengambil tindakan kami juga lihat siatuasi di lapangan. Jika ada nak lingsir (orang tua) dan mengaku lupa bawa masker kita maklumi dan beri kesempatan. Tapi jika ada yang sampai membandel dan meboya, maka kita ambil tindakan tegas dengan mengenakan sanksi denda tersebut," ujarnya beberapa waktu lalu. (dia)