JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Puluhan personil gabungan, Senin (7/9) terjun ke sejumlah titik keramaian di Klungkung. Mereka menindak sekaligus mengedukasi masyarakat yang tidak patuh terhadap Peraturan Gubernur Bali Nomor 46 tahun 2020 dan peraturan Bupati Klungkung Nomor 66 tahun 2020. Hasilnya, mayoritas warga memang sudah mengenakan masker, tetapi ada pula yang terkesan tak serius. Hanya memosisikan masker di dagu, tanpa menutupi hidung dan mulut.

Kasatpol PP dan Damkar Klungkung, Putu Suarta mengungkap, pukul 07.30 Wita personil gabungan terdiri atas anggota TNI/POLRI, SatPol PP dan Pecalang Kota Semarapura yang berjumlah 80 orang dibagi menjadi 4 regu. Mereka terjun ke sejumlah lokasi. Diantaranya, Pasar Seni Semarapura, Terminal Galiran, Pasar Galiran dan sekitarnya.

Selama personil gabungan melakukan penyisiran di Pasar Seni Semarapura, tidak ditemukan pedagang ataupun pengunjung pasar yang tidak menggunakan masker. Hanya saja, cara pemakaian masker mereka banyak yang belum sempurna. Masker dibiarkan hanya menutupi dagu, sedangkan hidung dan mulut justru tak terlindungi. Kondisi serupa juga didapati ketika personil gabungan melakukan monitoring di sepanjang Jalan Puputan.

"Walaupun ada pemakaian masker yang tidak sempurna menutupi hidung dan mulut, mereka sudah kami berikan pembinaan agar menggunakan masker dengan sempurna. Selain itu tempat usaha di sepanjang Jalan Puputan juga sudah menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun dan air mengalir," ujarnya.

Selain membina warga yang tidak mengenakan masker dengan sempurna, selama monitoring di Pasar Semarapura dan Jalan Puputan, personil gabungan juga mengamankan dua Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Keduanya ditemukan tidak mengenakan masker. Lantaran keduanya tidak meresahkan dan mengganggu aktivitas masyarakat, kedua ODGJ itupun langsung diberikan masker dan dipulangkan. "Keduanya sudah dikasi masker, tadi pantauan sementara mereka mau menggunakan masker," sambungnya.

Sementara, giat patroli di Pasar Galiran dan area Terminal Galiran juga membuahkan hasil serupa. Baik sopir, pedagang, maupun pengunjung pasar sudah mengenakan masker. Tapi, ada saja yang cara penggunaanya belum tepat. "Untuk hari ini (kemarin) kami tidak ada menjatuhkan sanksi denda. Karena kami tidak temui masyarakat yang tidak membawa masker," tegas Putu Suarta seraya memastikan penegakkan sanksi Peraturan Gubernur Bali Nomor 46 tahun 2020 dan peraturan bupati klungkung nomor 66 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian corona virus disease dalam tatanan kehidupan era baru ini terus akan dilakukan.

Sementara, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta yang turut terjun di Pasar Seni Semarapura meminta kepada masyarakat Klungkung bisa melaksanakan protokol kesehatan dengan sepenuh hati dan dengan kesadaran tinggi. Sebagai langkah awal, pemerintah akan mengupayakan tindakan persuasif. Namun, apabila ada yang membandel dan maboya, dipastikan akan dijatuhi sanksi tegas.

"Kita harus menjadi contoh, kita harus menjadi tauladan dan membimbing masyarakat dalam mengunakan masker. protokol kesehatan akan menjadi kebutuhan pokok, langkah-langkah persuasif harus kita kedepankan, kalau meraka tetap bandel dan maboye, silakan ambil tindakan sesuai dengan pergub dan perbub yang sudah ada," tegas Bupati Suwita dihadapan personil gabungan. (dia)