JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

 

SEMARAPURA - fajarbali.com | Melejitnya penyalahgunaan narkotika menjadi 'PR' besar bagi Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Klungkung. Selain proses hukum, penyembuhan para pengguna melalui rehabilitasi juga kini makin dioptimalkan. Tak perlu jauh-jauh lagi, BNNK Klungkung saat ini telah memiliki klinik untuk rehabilitasi. Cara ini diharapkan dapat memudahkan akses bagi masyarakat yang ingin lepas dari jerat narkoba.

Kepala BNNK Klungkung, AKBP Made Pastika menyampaikan, keberadaan klinik rehabilitasi yang berlokasi di kantor BNNK ini sudah mengantongi izin dan siap beroperasi. Tenaga medis, baik dokter maupun perawat juga sudah lengkap. Oleh karena itu, dirinya mengajak setiap warga, baik dirinya sendiri ataupun memiliki sanak keluarga yang terindikasi menyalahgunakan narkoba, agar bersedia hadir di klinik BNNK tersebut.

"Pemkab Klungkung sudah mendapat izin membangun klinik, untuk lakukan rehabilitasi. Sekarang klinik sudah ada, jadi warga yang tahu anggota keluarganya atau dirinya sendiri terindikasi dalam penyalahgunaan narkoba mari hadir di klinik BNNK Klungkung," ajaknya.

Keberadaan klinik rehabilitasi di BNNK Klungkung ini tentu dikatakan sangat membantu. Mengingat sebelumnya, para penyalahguna narkoba harus ditangani di BNN Gianyar ataupun Provinsi Bali. Namun kini, sudah bisa ditangani langsung di BNNK Kabupaten, walaupun masih sebatas rawat jalan. Sedangkan untuk kondisi yang lebih serius akan dirujuk ke RSJ Provinsi Bali di Bangli.

"Nanti kalau ada salah satu warga atau anggota keluarga yang terindikasi boleh laporkan ke BNN. Setelah mereka datang, kita lakukan assesment terhadap mereka. Misalnya terkait apa (narkoba jenis apa) yang mereka gunakan. Kita tanyakan juga kalau tidak gunakan bagimana? Kalau tidak sampai tahap ketagihan harus rawat jalan. Kalau sudah tanpa itu (narkoba) ketagihan, berarti harus rawat inap," jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan, berdasar data tahun sebelumnya, rata-rata ada 10 orang yang dirawat karena penyalahgunaan narkoba. Sebelumnya mereka dirawat di BNNK Gianyar ataupun provinsi. Namun tahun ini, sesuai kuota klinik BNNK Klungkung bisa merawat 5 orang per tahunnya. Jika jumlah penyalahguna melebihi kuota tersebut, maka akan dirujuk ke rumah sakit yang sudah menjadi mitra BNN. "Sampai saat ini yang sudah dilayani untuk rehabilitasi ada 3 orang. Dulu sampai ke BNN Provinsi kita ajak, tapi sekarang karena klinik sudah ada izin, jadi tidak perlu ke mana-mana lagi," tegasnya. (dia).