JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA - fajarbali.com | Kejaksaan Negeri Klungkung, Rabu (29/7) melakukan pemusnahan barang bukti atas tindak pidana yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkrah). Barang bukti yang dimusnahan bersumber dari 19 perkara sejak Bulan Januari 2020. Dari 19 perkara tersebut, 14 diantaranya merupakan tindak penyalahgunaan narkotika.


Pemusnahan barang bukti ini dilangsungkan di halaman Kantor Kejari Klungkung sekitar pukul 10.00 Wita. Dipimpin Kepala Kejaksaan Negeri Klungkung, Otto Sompotan bersama Wakil Bupati Klungkung, Made Kasta bersama Ketua BNN Kabupaten Klungkung, AKBP Made Pastika. Pemusnahan dilakukan dengan membakar barang bukti yang sebelumnya sudah dikumpulkan dalam sebuah tong sampah besar.

Kasi Penegelolaan Barang Bukti dan Rampasan Kejari Klungkung, Wayan Empu Guana Pura menyampaikan, pemusnahan barang bukti dilakukan setiap enam bulan sekali. Bersumber 19 perkara, yang mana 14 diantaranya merupakan kasus narkoba. Sisanya terdiri atas perkara pencurian, judi, serta migas. Secara rinci Guana Pura menjabarkan, ada 5 item barang bukti yang dimusnahan.

Pertama dari perkata narkoba, narkotika jenis sabhu dengan berat 7,71 gram bruto atau 4,69 netto. Narkotika jenis ganja seberat 17,62 gram bruto atau 8,07 gram netto. Kedua 15 handphone yang juga bersumber dari perkara narkoba. Ketiga, dari tindak pidana pencurian, diantaranya dua buah baju, celana pendek, hingga tali. Keempat, dari perkara judi berupa selembar kertas yang berisi nomor pasangan dan juga dua lembar paito. Kelima, barang bukti tindak pidana migas diantaranya 22 batang besi, 20 batang pipa, serta 60 buah segel baru warna hijau.

"Pemusnahan barang bukti ini dilaksanakan setiap enam bulan. Jadi sekarang digelar saat pertengahan tahun. Kalau jumlah barang bukti perkara narkotika, untuk tahun ini sabhu turun tapi ganja meningkat," ungkapnya. (dia).