JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KARANGASEM
Typography

AMLAPURA - fajarbali.com | Seminggu sudah 342 KK atau 1.060 jiwa warga Banjar Dinas Cegeng, Desa Kertha Buana, Sidemen, Karangasem menjalani masa karantina wilayah yang diberlakukan pemkab Karangasem.

Mirisnya, dari seminggu Pemkab Karangasem hanya memberikan sekali bantuan sembako berupa 5 kilogram beras, mie instan,1 liter minyak goreng dan ada juga gula pasir untuk masing-masing KK. Padahal, sembako itu sangat tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. 

 

Kepala wilayah Banjar Dinas Cegeng, I Ketut Sulendra saat dihubungi, Minggu (5/7/2020), mengaku, kondisi karantina wilayah yang ditetapkan pemkab Karangasem kepada wilayahnya. Akan tetapi, pemkab sendiri seolah lepas tangan terhadap warga yang sedang menjalani masa karantina selama 14 hari ini. "Pemkab baru sekali menurunkan bantuan, setelah itu sama sekali tidak ada," ujar Sulendra. 

 

Sulendra juga mengatakan, bantuan dari dinas sosial itu terdiri dari 5 kilogram beras,satu liter minyak goreng,mie instan 8 bungkus. Bantuan itu, diluncurkan pada 27 Juni 2020 lalu. Padahal, jika dihitung tentu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi, warga dikarantina tidak boleh keluar wilayah. "Untung saja ada sumbangan dari pihak ketiga,berupa beras,tapi itu jelas tidak mencukupi," ujarnya.

 

Kebutuhan lainya, kata Sulendra, sama sekali belum ada dari pemerintah, seperti kebutuhan sayur mayur, lauk,kebutuhan bayi berupa susu,pampes. Pihaknya selaku kawil pun tidak bisa berbuat banyak memenuhi permintaan masyarakat. "Beras bantuan dari pihak ketiga sudah habis, entah kemana pemkab Karangasem, seolah-olah kami di karantina tapi tidak diurus," ujarnya lagi. 

 

Hal serupa juga disampaikan satgas Desa Kertha Buana, I Nengah Mandi. Mandi pun meminta pertanggungjawab pemkab Karangasem sebagai pihak yang memberlakukan karantina wilayah terhadap banjar dinas Cegeng. Jangan sampai, masyarakat dikarantia tetapi pemkab lepas tangan dan menyerahkan kepada satgas di Desa. "Janganlah semuanya diserahkan tanggungjawabnya kepada kami, pemerintah yang memberlakukan karantina wilayah namun bantuan hanya sekali sembako saja," ujarnya. 

 

Bahkan, kata Mandi, belum lama ini ada warga yang sakit, pihaknya juga bingung mau mengarahkan kemana. Karena jelas warga sedang di karantina yang sudah tentu puskesmas ataupun RS yang menerima pasien juga ada rasa waswas. "Petugas kesehatan tidak ada yang berjaga, hanya mengandalkan bidan di desa, janganlah kami ditelantarkan begitu," ujarnya lagi. 

 

Belum lagi, sebut Mandi, dampak sosial akibat karantina wilayah ini. Meski nantinya karantina wilayah berakhir, apakah nantinya ada yang menerima masyarakat Banjar Dinas Cegeng saat akan bekerja karena baru selesai karantina. "Melakukan karantina apakah cukup dengan hanya sekali sembako, setelah itu tidak diurus lagi," paparnya. (bud).