JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KARANGASEM
Typography

AMLAPURA - fajarbali.com | KPU Karangasem bakal segera mengaktifkan kembali penyenggara ad hoc untuk menghadapi pelaksanaan Pemilihan Kepala daerah bupati dan wakil bupati Karangasem yang akan digelar pada 9 Desember mendatang. Menurut tahapan, pendaftaran calon akan dilaksanakan pada September mendatang. 

 

 

Ketua KPU Karangasem, I Gede Krisna Adi Widana, Selasa (2/6/2020) , mengatakan, KPU juga akan mulai melaksanakan tahapan pilkada per 15 Juni mendatang. Selain itu, pihaknya pun bakal segera melakukan rekrutmen Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) untuk melakukan verifikasi  faktual  data pemilih. "Kita mulai dengan mengaktifkan kembali penyelenggara mulai dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS)," ujar Krisna Adi Widana. 

 

Sedangkan, untuk pendaftaran pasangan calon sendiri direncanakan akan dilaksanakan mulai 4 sampai 6 September mendatang, yang dilanjutkan dengan tahapan melalukan kampanye mulai 26 September sampai 5 Desember. Pasangan calon sendiri, akan berlangsung selama 71 hari dengan di potong hari raya raya. "Nanti pasti ada di poong hari raya, saat itu tidak akan ada kampanye," ujarnya. 

 

Krisna Adi Widana mengatakan, pihaknya bakal tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama melaksanakan tahapa  pilkada. Bahkan, saat pelaksanaan kampanye pasangan calon, pihaknya telah menawarkan beberapa opsi kepada paslon. Sehingga pembatasan jumlah orang berkumpul akan tetap dilaksanakan. "Mengingat masih dalam asa pandemi covid-19, kita siapkan beberapa opsi yang akan ditawarkan kepada paslon," ujarnya. 

 

Format pertama saat kampanye, kata Krisna Adi Widana, dengan memperbanyak Alat Peraga Kampanye (APK) melalui media cetak dan elektronik, sampai baliho yang akan disebar ke sampai kepelosok. Selain itu, saat dilaksanakan debat pasangan calon pihaknya menawarkan bisa dilakukan lewat Vidio Coconference akan disiarkan langsung oleh lembaga penyiaran. Sedangkan, saat Pendaftaran Pasangan calon, pihaknya juga membatasi hanya boleh diantar 5 orang per calon. "Harapan kami sebagai penyelenggara, meski Pilkada dilaksanakan di masa pandemi ini, partisipasi pemilih tetap tinggi," pungkasnya. (bud).