JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KARANGASEM
Typography

AMLAPURA - fajarbali.com | Satu keluarga yang terdiri dari dua orang anak dan seorang bapak tertimpa sebuah pohon yang tumbang saat melintas di jalan Desa Seraya Timur, Kecamatan Karangasem, pada Minggu (9/2/2020) sore sekitar pukul 16.30 wita.

Akibatnya, salah seorang anak I Nyoman Sukmayasa yang masih berusia 5 tahun meninggal dunia. Sedangkan, bapaknya, I Nyoman Suartana dalam kondisi mendapatkan perawatan intensif di RSUP Sanglah dan belum sadarkan diri. 

Pantaun koran ini, Senin (10/2/2020) dirumah duka, banjar Kangin Desa Seraya Timur, kerabat korban sedang mempersiapkan rencana penguburan dari salah seorang korban yang tertimpa pohon, I Nyoman Sukmayasa. Isak tangis kerabat korban ini, seakan tidak percaya atas musibah yang menimpa korban. Apalagi, sebelum kejadian korban bersama bapaknya, Nyoman Suartana serta salah seorang kakaknya I Gede Suastika (8) baru saja membantu orang tua dari I Nyoman Suartana dirumah banjar Kangin. Bahkan, Ibu korban juga tidak henti-hentinya meneteskan air mata atas kepergian putra keduanya itu. Apalagi, suaminya sendiri masih tergolek tak sadarkan diri di RSUP Sanglah, sedangkan putra pertamanya I Gede Suastika hanya mengalami luka-luka.

Kerabat korban, Wayan Sarya, menyampaikan, kejadian yang merenggut korban itu terjadi sekitar pukul 16.30 Wita. Saat itu, korban yang berboncengan dengan bapaknya baru pulang sehabis membantu kakek (orang tua Nyoman Suartana) merabat beton membuat jalan. Usai itu, korban pun lantas pulang kerumah yang tidak jauh dari tempat merabat beton jalan. Mereka pulang, kata Sarya, dengan mengendarai motor yang dibawa Nyoman Suartana, sedangkan Nyoman Sukmayasa sendiri berada di depan, sang kakak I Gede Suastika berboncengan di belakang. "Kejadianya sangat cepat, saya sendiri baru mendengar informasi mereka tertimpa bencana pohon tumbang saat hendak puang," ujar Sarya. 

Sarya mengatakan, Ketiganya tertimpa pohon santen disekitaran jalan banjar Dinas Belubuh, Desa Seraya Timur. Paling parah, katanya, pohon menimpa Nyoman Sukmayasa yang berada di depan, dengan luka  parah di bagian kepala akibat tertimpa pohon tersebut. Begitu pula sang bapak, juga mengalami luka parah pda bagian kepala sehingga saat ini masih mendapat perawatan di RSUP Sanglah. "Kakaknya hanya mengalami luka-luka di bagian pipi, hidung dan bibir," ujarnya. 

Dikatakan, setelah kejadian itu ketiganya sempat dilarika  ke Puskesmas Seraya untuk mendapat pertolongan. Akan tetapi, karena lukanya parah, mereka dibawa ke RSUD Karangasem. Bahkan, pihak RSUD Karangasem langsung merujuk bapak dan anak yang menderita luka-luka ke RSUP Sanglah. Akan tetapi, sekitar pukul 23.00 Wita korban dinyatakan telah meninggal dunia. Sedangkan bapaknya sampai saat ini belum sadarkan diri. "Bapaknya masih di RSUP Sanglah, sementara jenasah Nyoman Sukmayasa sudah berada dirumah," ujarnya lagi. 

Rencananya, kata Sarya, jenasah korban akan dikubur di kuburan karena belum  tanggal giginya sehingga belum bisa dilakukan pengabenan. Penguburan akan dilakukan di setra Desa adat Seraya sore sekitar pukul 17.00 wita. Sarya juga sangat berharap, mengingat kondisi kerabatnya itu yang masih tergolek di RSUP Sanglah, pemerintah bisa membantu biaya pengobatannya. "Semoga pemerintah membantu biaya pengobatannya di Rumah sakit," ujarnya lagi. 

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, IB Arimbawa mengatakan, pihaknya akan mengupayakan agar korban mendapat santunan. Disebutkan juga, kejadian pohon tumbang di Seraya Timur ini disebabkan hujan disertai angin kencang. "Kami sudah mendengar ada korban meninggal, kita sedang mengusahakan agar mendapat santunan," ujarnya. (bud)