JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KARANGASEM
Typography

AMLAPURA-fajarbali.com I Selama bulan Juni sampai Oktober 2019 ini, permintaan air bersih oleh masyarakat cukup tinggi. Hal itu mengingat musim kemarau yang berkepanjangan membuat sejumlah desa mengelami kesulitan air bersih. Permintaan terbanyak, datang dari masyarakat wilayah kecamatan Kubu, Karangasem. Total air bersih yang telah di distribusikan mencapai 450.000 liter.

Kepala BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa, Kamis (23/10) kemarin, menyebutkan, biasanya permintaan air bersih ke BPBD Karangasem melalui kepala Desa setempat. Dikatakan, air bersih yang didistribusikan kepada masyarakat melalui cubang-cubang umum. “Kita tidak melayani perorangan, sifatnya untuk umum,” ujarnya.

Dikatakanya, permintan air bersih setiap bulanya melangalami peningkatan menyusul musim kemarau yang berkepanjangan. Namun, katanya, tidak semua bisa terlayani lantaran armada dan fasilitas yang dimiliki. Selain itu, pihaknya pun melakukan koordinasi dengan intansi terkait lainya untuk penyaluran air bersih. “Untuk penyaluranya kita koordinasikan dengan PDAM,Dinsos maupun relawan kemanusian, sehingga pemberian air bersih merata,” ujarnya lagi.

Arimbawa mengaku, hampir tiap hari pihaknya memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk mendistribusikan air bersih. Kamis (23/10) kemarin, katanya, BPBD mendistribusikan air bersih ke Banjar Dinas Paleg, Desa Tianyar, Kecamatan Kubu sebanyak 5.000 liter untuk 170 KK. Selain itu, BPBD juga menyalurkan air bersih ke Banjar Dinas Tunas Sari,  Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu sebanyak 5.000 liter untuk 30 KK. “Semuanya kita taruh  kedalam satu unit cubang umum,sehingga semua masyarakat yang memerlukan di sana bisa mendapatkan air bersih,” ujarnya lagi.

Total dari Bulan Juni sampai Oktober 2019 ini, kata Arimbawa, BPBD Karangasem telah menyalurkan  450.000 liter air bersih ke wilayah yang memerlukan. Air bersih yang didistribusikan paling banyak di kecamatan Kubu. “Kecamatan Kubu dan Abang paling banyak yang kita berikan, karena kedua wilayah itu kesulitan sumber air, selain juga Desa Seraya dan Seraya Timur,” ujar Arimbawa. (W-016)