JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KARANGASEM
Typography

AMLAPURA-fajarbali.com | Kondisi hutan di Lereng Gunung Agung,tepatnya di wilayah Hutan Lindung Dusun Belong, Desa Ban, Kecamatan Kubu tampaknya belum aman betul dari kebakaran. Pasalnya, setelah api sempat melahap puluhan hektar lahan, pada 27 Agustus hingga 1 September lalu, titik api kembali muncul pada 11 September 2019.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem mencatat, terlihat lima titik kepulan asap. Namun, pemantaun pada Kamis (12/9) kepulan asap masih terlihat di tiga titik api.

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa, Kamis (12/9) kemarin,mengatakan, kebakatan hutan sendiri terjadi di lokasi yang sebelumnya sempat terbakar. Kata Arimbawa, begitu menerima laporan adanya titik api kembali muncul, pihaknya langsung menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan pemantauan. “Tim sampai malam masih berada di Dusun Pucang, lokasi terdekat kebakaran hutan,” ujar Arimbawa.

Arimbawa mengatakan, pemantauan yang dilakukan petugas BPBD tetap berkoordinasi dengan KRPH Daya dan Babinsa Desa Ban untuk mengambil langkah yang diperlukan. Hanya saja, karena sudah malam petugas hanya bisa melakukan pemantaun saja, sekaligus merencanakan untuk melakukan pemadaman dan pembuatan sekat bakar mengantisipasi kebakaran meluas ke lahan penduduk dan pemukiman. “Sementara pemadaman belum bisa dilaksanakan karena situasi dan kondisi ( susah dijangkau ) dan masih menunggu informasi dari KRPH Daya mengingat titik api masih jauh dari pemukiman dan saat ini hanya masih dilakukan pemantauan saja,” ujarnya.

Ia juga mengatakan,dari pemantauan petugas sempat terlihat lima titik kepulan asap. Sedangkan terkait Luas area terbakar, katanya, sampai saat ini belum dapat ditafsirkan karena kesulitan untuk mengakses lokasi kebakaran karena kondisi yang sudah gelap dan beresiko bagi petugas.  “Yang sangat besar ada dua titk api dengan kobaran api cukup besar, sisanya berupa kepulan asap,” ujarnya lagi.

Terkait penyebab kebakaran, kata Arimbawa, kuat dugaan karena factor alam dari sisa-sisa yang sempat terbakar beberapa lalu. Sedangkan pemantauan pada Kamis (12/9) kemarin, kepulan asap masih terlihat di tiga titik api, yakni dua  di Dusun Belong dan satu di Dusun Pucang. Lokasi hutan yang terbakar diperkirakan berada diketinggian antara 1.200 – 1.500 Mdpl, yang terbakar antara lain tegakkan cemara, seming, nangi, dan semak belukar. “Dugaan sementara titik api kembali muncul akibat karena masih adanya bara api sisa kebakaran hutan beberapa hari yang lalu menyala dan tertiup angin dan terbang jatuh di rumput/semak kering sehingga kembali terjadi kebakaran hutan,” ujarnya. (bud)