JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KARANGASEM
Typography

AMLAPURA-fajarbali.com | Petugas gabungan dari BPBD Karangasem kesulitan melakukan pemadaman api yang membakar hutan dilereng gunung agung, tepatnya di Dinas Belong, Desa Ban, Kecamatan Kubu. Hal itu karena jarak kebakaran hutan di ketinggian 800 DPL jaraknya cukup jauh dari pemukiman dan akses menuju lokasi susah di jangkau dengan mobil pemadam kebakaran. 

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa, Rabu (28/8) mengatakan,hasil koordinasi dengan KRPH Bali Timur dan Balai Konservasi Wilayah Bali Timur ,bahwa pengamatan pada siang hari ini untuk asap terlihat kembali menebal, namun untuk tindakan pemadaman tidak dilakukan karena lokasi masih jauh dari pemukiman dengan ketinggian ± 1.500 Mdpl, untuk lokasi kebakaran hutan masih terpantau hijau dan tidak kering.

Namun jika api mendekati pemukiman atau perkebunan bambu milik warga pemadaman akan dilaksanakan dengan cara membuat sekat untuk api agar nantinya tidak mendekati perkebunan atau pemukiman milik warga. Untuk mendekati lokasi kebakaran dari rumah warga tersebut memerlukan waktu jarak tempuh kurang lebih  3- 5 jam perjalanan. "Jaraknya memang cukup jauh, kita hanya melakukan pemantauan dari rumah warga yang berada dari paling atas di Banjar Dinas Belong," ujarnya. 

Kebakaran hutan tersebut kata Arimbawa, terpantau melalui CCTV Gunung Api Agung di Batulompeh. Arimbawa menyebutkan, dari hasil koordinasi dengan KPH Daya, bahwa saat ini pantauan kebakaran dari Pos KRPH Bali Timur di Desa Sukadana masih terpantau asap tipis. Setiap pagi kebakaran akan terpantau sedikit mengecil dan pada siang hari akan kembali terpantau asap dan kebakaran membesar di dukung dengan panas matahari dan angin yang semakin kencang. "Apalagi kalau malam pasti alan lebih jelas kelihatan, kemarin malam kebakaran terpantau lewat CCTV gunung api agung," ujar Arimbawa. 

Terkait penyebab kebakaran, kata Arimbawa, kemungkinan dari faktor alam berupa  gesekan dahan pohon karena pada lokasi tersebut banyak tumbuh pohon cemara. Apalagi dengan kondisi musim kemarau seperti sekarang ini, api juga akan lebih cepat merembet dengan mengikuti arah angin. "Kondisinya musim kemarau, kemungkinan karena gesekan antar dahan pohon, apalagi lokasi kebakaran sekitar 6 kilometer dari puncak gunung agung," ujarnya. 

Arimbawa juga belum bisa memperkirakan luas lahan yang terbakar, lantaran api masih menyala. Pihaknya bersama Tim dari KRPH Bali Timur, dan masyarakat setempat akan bergerak memantau melalui pos aju rumah Jro mangku bon di Banjar Dinas Pucang, Desa Ban, Kecamatan Kubu. "Kita kesulitan melakukan pemadaman, karena lokasinya cukup sulit," ujarnya lagi. (bud)