JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KARANGASEM
Typography

AMLAPURA-fajarbali.com | Anggaran Tak Terencana yang dipadang di APBD Induk 2019 sebesar Rp 800 Juta hingga kini belum ada tanda-tanda bakal di cairkan.

Padahal, anggaran tersbeut bisa diperuntukan untuk membayar tunggakan pembayaran pengobatan bagi warga yang tidak mampu di RSUD Karangasem. Kondisi itu dipertanyakan oleh Ketua Komisi IV DPRD Karangasem, I Nyoman Musna Antara.

Menurut Musna Antara, dewan menyetujui pemasangan anggaran tak terencana itu untuk mengantisipasi warga kurang mampu yang belum ditanggung oleh program JKN KIS. Hanya saja, hingga kini anggaran itu tidak dikeluarkan oleh Dinas Sosial Karangasem. “Itu kan diperuntukan untuk warga kurang mampu, tetapi hingga kini belum ada dikeluarkan,” ujar Musna Antara.

Musna Antara mengakui, pihaknya banyak mendapat keluhan warga miskin yang harus dikejar pihak RSUD Karangasem karena belum membayar pengobatan. Mereka, sebut Musna Antara, berobat sebelum Karangasem dinyatakan universal health coverage (UHC) pada jaminan kesehatan nasional. “Kalau bisa secepatnya Dinas Sosial mencairkan dana itu, kasian masyarakat kalau dikejar hutang,” ujarnya.

Menurut penuturan warga, kata Musna Antara, dari dinas social sudah melakukan verifikasi apakah layak atau tidak mendapatkan dana tak terencana itu. Namun kenyataan dilapangan, masyarakat masih harus menunggu pencairan anggaran tersebut. “Verifikasi layak tidaknya mendapat bantuan itu sudah dilakukan, tapi sampai sekarang tidak jelas, padahal selain di RSUD Karangasem ada juga RS diluar kabupaten,” ujarnya lagi.

Musna Antara mengaku bakal secepatnya memanggil dinas social untuk menggelar rapat kerja. Pihaknya ingin mengetahui dimana letak anggaran itu belum bisa dicarikan. (bud)