JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KARANGASEM
Typography

AMLAPURA-fajarbali.com | Nasib pemilik 1.597 rumah yang mengalami kerusakan ringan akibat bencana gempa beberapa waktu lalu mesti bersabar dan melakukan perbaikan secara mandiri.

Pasalnya, pemkab Karangasem belum menganggarkan perbaikan rumah yang mengalami kerusakan ringan di tahun 2019 mendatang. Sementara, untuk rumah yang mengalami rusak sedang dan berat menjadi tanggunga pemerintah pusat. 

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, IB Arimbawa, Selasa (13/11/2018) mengatakan, bangunan yang mengalami rusak sedang dan berat sebagian besar terjadi di kecamatan Karangasem dan kecamatan Kubu. Total bangunan yang rusak sedang mencapai 436, dan sebanyak 20 unit mengalami rusak berat. Sedangkan rumah warga yang mengalami kerusakan ringan mencapai 1.597 unit tersebar hampir di seluruh Kecamatan. "Total kerusakan rumah saat gempa itu mencapai 2.053 unit," ujarnya. 

Arimbawa juga mengatakan, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan pemprov Bali dan pemerintah pusat. Untuk kerusakan sedang dan berat nantinya akan ditanggung oleh pemerintah pusat. Sedangkan, pemprov dan pemkab Karangasem kebagian menanggung kerusakan ringan melalui dana sharing. "Kita sudah usulkan itu ke daerah, namun belum ada respon dengan alasanya kekurangan anggaran," ujarnya lagi. 

Dari hasil hitunganya, sebut IB Arimbawa, total anggaran yang dibutuhkan untuk melakukan perbaikan rumah yang mengalami rusak ringan mencapai Rp 16 miliar. Jumlah itu, sebut Arimbawa nantinya akan ditanggung bersama antara pemkab Karangasem dan Pemrov Bali. Selain perbaikan rumah, angka itu sudah termasuk perbaikan tempat ibadah. "Pemkab hanya memberi anggaran untuk cadangan bencana sebesar Rp 300 juta," ujarnya lagi. 

Arimbawa mengatakan, untuk perbaikan rusak ringan membutuhkan biaya sekitar Rp 5 jutaan. Meski dari pemkab Karangasem belum menganggarkan perbaikannya, pihaknya akan tetap mengusulkannya  ke Provinsi Bali untuk dapatkan dana stimulan, atau nantinya aka memakai bantuan pasca bencana dari pemkab Karangasem. Ia pun mengatakan, total kerugian akibat dampak gempa di Karangasem mencapai Rp 62 milliar lebih yang meliputi kerusakan perumahan, bangunan pemerintah, serta  tempat beribadah seperti pura serta masjid di Karangasem. "Ada sekitar 412 unit tempat ibadah yang rusak, belum lagi empat pasar dan 21 unit kantor pemerintahan," pungkasnya. (bud)