KARANGASEM
Typography

AMLAPURA-fajarbali.com | Dampak pandemic covid-19 yang sedang melanda dunia memiliki dampak terhadap keberlangsungnya jelanya pemerintah,khususnya di Kabupaten Karangasem. Pasalnya, karena pemerintah pusat masih focus melakukan penanganan COvid-19, Dana Alokasi Umum (DAU) yang diterima kabupaten Karangasem pun mengalami penurunan.

Belum lagi, DAU yang diterima kabupaten juga harus di potong 8 persen untuk di refocusing untuk penanganan covid-19 di Karangasem.

 

Plh bupati Karangasem, I Ketut Sedana Merta, Selasa (23/2/2021) menyampaikan,jumlah DAU yang diterima dari pemerintah pusat ke Karangasem diawal sebesar Rp 723 miliar lebih yang diperuntukan untuk belanja rutin maupun lainya. Akan tetapi, dengan keluarnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 17 tahun 2021, DAU yang diterima kabupaten Karangasem diturunkan lagi Rp 23 miliar, sehingga saat ini Kabupaten Karangasem mendapatkan Rp 700 miliar lebih DAU.

“PMK tentang pengelolaan transfer ke daerah dan dana Desa tahun 2021 dalam upaya mendukung penanganan covid-19 dan dampaknya, sehingga DAU kita dikurangi lag Rp 23 miliar,” ujar Sedana Merta.

Sedana Merta yang juga Sekda Karangasem ini mengatakan, dari DAU Rp 700 miliar tersebut, nantinya akan direfocusing lagi sebesar 8 persen di kabupaten untuk dialihkan penanganan Covid-19 di kabupaten Karangasem. Total anggaran yang di refocusing penanganan Covid-19 di kabupaten senilai hampir Rp 53 miliar. “Artinya DAU yang kita dapat berkurang jauh, selain direfocusing pusat, juga harus dipotong 8 persen untuk penanganan covid-19 di kabupaten,” ujarnya.

Refocusing anggaran lagi delapan persen tersebut, kata Sedana Merta,nantinya akan dipakai penanganan covid-19 baik untuk penyediaan isolasi atau pun bisa saja penguatan perekonomian. Turunya jumlah DAU yang diterima, sebut Sedana Merta, pihaknya bersama jajaranya pun sedang membuat scenario sebagai langkah antisipasi. “Beberapa kegiatan yang sebelumnya sudah dibuat dalam APBD induk kita pangkas lagi, ini kami masih menyusun ulang mana kegiatan yang bisa ditunda mana yang prioritas,” ujarnya lagi.

Sedana Merta mengatakan, untuk menutupi kekurangan anggaran untuk kegiatan pihaknya pun bakal menggenjotnya dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Karangasem. Pihaknya juga sudah meminta OPD penghasil PAD agar benar-benar all out bekerja sehingga PAD Karangasem bisa meningkat secara segnifikan. “Sumber PAD kita yang paling besar adalah dari sector galian C (mineral bukan logam), kalau pariwisata kondisinya masih seperti ini. Jadinya sector galian C lah kita genjot lagi dengan menutup kebocoran yang terjadi,” pungkasnya. (bud)