JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KARANGASEM
Typography
AMLAPURA - fajarbali.com | Kondisi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Karangasem benar-benar harus mengoptimalkan armada yang dimiliknya. Pasalnya, dengan wilayah Karangasem yang cukup luas, Damkar Karangasem hanya memiliki 4 unit armada pemadam. Belum lagi, usia kendaraan yang cukup tua membuat armada Damkar sering keluar masuk bengkel. Idealnya, Damkar  Karangasem memiliki 16 unit kendaraan damkar untuk bisa menjangkau seluruh wilayah Karangasem.

 


Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Karangasem, I Nyoman Tari, Selasa (29/9/2020), membenarkan jika Dinas Pemadam Kebakaran Karangasem sangat kekurangan armada. Saat ini,kata Tari, pihaknya hanya memiliki 4 unit  kendaraan yang di pakai untuk operasional. Tari mengakui, dengan luas sekitar 839.54 Km2 akan sangat sulit menerapkan respon time sesuai aturan pemerintah pusat. “Dengan 4 unit, ditambah luas wilaya tidak memungkinkan petugas pemadam datang cepat, apalagi kalau kebakaranya jauh dari basecamp pemadam,” ujarnya.

 

Sesuai aturan pemerintah pusat, kata Nyoman tari, respon time petugas pemadam sudah sampai di lokasi kebakarn sekitar 15 menit. Sedangkan, dengan mobil operasional pemadam yang rata-rata sudah berusia tua, tentu petugas pemadam tidak bisa memaksanakan diri untuk sampai tepat sesuai respon time. “Jelas armada juga berpengaruh terhadap Respon time petugas dalam proses memadamkan api. Bayangkan usia armada Damkar sekitar 15 sampai 25 tahun,ditambah lagi kendaraan pemadam sering ke bengkel,” ujarnya.

 

Nyoman  Tari, juga mengakui, jika kabupaten Karangasem masih banyak kekurangan mobil pemadam. idealnya,sebut Tari, Kabupaten Karangasem memiliki 16 unit kendaraan mengingat luas wilayah, medan, serta wilayah menagemant kebakaran di Kabupaten Karangasem yang hampir sering terjadi. “Kalau berbicara sesuai study wilayah menegemant kebakaran, satu kecamatan memiliki satu unit armada pemadam dan penyuplai ainya, sehingga petugas dengan cepat bisa melakukan pemadaman, “ ujarnya lagi.

 

Tari juga mengakui, selama ini masyarakat sering mengeluh karena keterlambatan petugas tiba dilokasi kebakaran. Tak jarang, kata-kata pedas sering dilontarkan kepada petugas pemadam. Ia juga menyadari, kekecewaan masyarakat terhadap lambatnya repon time petugas pemadam karena memang masyarakat tidak mengetahui jika Damkar Karangasem terkendala sarana dan prasarana. “Untuk menambah armada kita sempat mengusulkan bantuan armada pemadam ke Mendagri melalui Dirjen tapi belum direspon. Bahkan di kabupaten sendiri kita sering mengusulkan, tapi karena tidak ada alokasi dana ya tetap saja belum bisa,” ujarnya lagi.

 

Saat ini, kata Tari, Damkar Karangasem memiliki beberapa pos diantaranya Pos Karangsokong dan Pos di kecamatan Selat. Sedangkan di Pos kecamatan Abang telah dilakukan penarikan karena armadanya mengalami kerusakan. (bud).