KARANGASEM
Typography
AMLAPURA - fajarbali.com | Setelah sebelumnya warga asal Biasa Lantang, Desa Purwakerthi, Abang, meminta membawa pulang secara paksa jenasah keluarganya yang meninggal di RSUD Karangasem, Selasa (11/8/2020) kembali terjadi hal serupa. Kali ini, warga yang meminta paksa membawa pulang jenasah dengan kasus probeble Covid-19 berasal dari Desa Pedahan, Tianyar Tengah, Kubu, Karangasem. Mereka ngotot membawa pulang paksa jenasah keluarganya ini untuk diupacarai.

 


Karena pihak keluarga yang ngotot, sejumlah petugas dari Satpol PP Karangasem pun berupaya memberikan penjelasan kepada keluarga korban. Selain petugas satpol PP, tampak juga petugas Kepolisian untuk memberikan penjelasan. Hanya saja, dari pihak keluarga tetap ngotot untuk membawa pulang jenasah korban kerumah duka untuk di upacarai. Bahkan, penjelasan dari manajemen RSUD pun tidak mereka indahkan.  Alasanya, mereka menganggap pasien yang meningga ini hanya mengalami sakit sakit di bagian dada saja. “Sebelum dibawa ke RSUD, kakak saya sempat berobat di salah satu klinik di Denpasar, dan disana tidak mengarah ke Covid-19,” ujar salah seorang adik korban meninggal, I Ketut Polos.

 

Ketut Polos juga menceritakan, setelah menjalani pengobatan di sebuah klinik, kakaknya menjalani perawatan di rumah (Kubu). Namun empat hari belakangan ini, ternyata sakitnya kembali kambuh sehingga dibawa ke RSUD Karangasem. Dikatakan, pihak RSUD juga sudah mengambil swab tes kepada kakaknya ini, namun hasil swab belum keluar, dan keburu meninggal. “Pihak keluarga hanya ingin membawa pulang untuk di upacarai, namun dikatakan kakak meninggal dengan mengarah ke covid-19,” ujarnya.

 

Sementara Staf Humas RSUD Karangasem  Sang Ayu Made  Sri Dharmayanti,menyebutkan, pihaknya memberikan penjelasan kepada keluarga korban karena dari hasil rontgen pasien di indikasikan mengarah Covid-19 dengan gejala klinis sesak dan batuk. Dikatakanya, swab tes dilakukukan pihak rumah sakit sebelum pasien meninggal dunia, dan saat ini tinggal menunggu hasilnya saja. Disebutkan, pihak rumah sakit hanya  menerapkan standar protocol kesehatan mengingat pasien masuk kedalam kasus probable. “Memang hasil swabnya belum keluar tapi pasien keburu meninggal,” ujarnya.

 

Sedangkan, Kasi Oprerasi dan Pengendalian Satpol PP Karangasem,  I Gede Arianta Pariatna, mengatakan, setelah diberikan pemahaman, pihak keluarga mau menunggu hasil swab yang rencananya keluar sore hari ini (kemarin-red). Dikatakanya, pihak keluarga juga akan menerima apapaun  hasil swabnya setelah pihak Rumah sakit, Satpol PP dan kepolisian memberikan penjelasan kepada keluarga pasien. “Kami hanya berupaya memberikan pemahaman dan penjelasan, pihak kelurga sendiri sudah mau menunggu hasil swabnya,” ujarnya. (bud).