JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KARANGASEM
Typography
KARANGASEM - fajarbali.com | Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, SH, MSi., meluncuran QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) Bank BPD Bali sekaligus mendukung upaya geliat ekonomi dan pariwisata Bali sesuai Surat Edaran Gubernur Bali Nomor: 3355 Tahun 2020 tentang Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru. Melalui cashless transaction atau pembayaran non tunai berbasis digital untuk menjadi pilihan utama bertransaksi yang mudah aman dan sehat.




Dijelaskannya, peluncuran QRIS bersama Bank Indonesia (BI) untuk dunia usaha di Kabupaten Karangasem dan Klungkung bertempat di Taman Kuliner Yeh Malet, Banjar Dinas Yeh Malet, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Karangasem, Sabtu (8/8/2020). Hadir pada kesempatan tersebut Bupati Karangasem dan Klungkung serta Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Elyanus Pongsoda.





"Merchant yang sudah memakai QRIS Bank BPD Bali mendekati 7 ribu, yang akhir tahun target minimal 10 ribu. Kita melakukan kegiatan di seluruh kabupaten. Kemarin kan sudah beberapa kabupaten kita lakukan ini supaya menjadi satu tempat, kebetulan di tempat ini Klungkung dan Karangasem. Karena Klungkung punya keunikan penyeberangan ke Nusa Penida juga  kita sudah QRISkan beberapa boat. Sehingga kedepan wisatan dari luar Bali untuk pembayaran tidak perlu lagi dengan tunai," ujar Sudharma.





Pembayaran menggunakan QRIS juga disampaikannya akan terus dilakukan sesuai visi Bank BPD Bali yang fokus menggarap sektor UMKM. Kedepan upaya memberikan pelatihan capasity building juga dilakukan agar dunia usaha bisa tampil lebih baik seperti di Taman Kuliner Yeh Malet yang merupakan binaan Bank BPD Bali. "Kita mengajarkan masyarakat lebih sehat bertransaksi, kemudian kita pun bisa menjalankan aturan atau arahan Pak Gubernur (Wayan Koster, red) mengenai transaksi non tunai sesuai SE Gubernur 3355 agar semua bidang usaha di non tunaikan," tandas Sudharma.




Pada kesempatan yang sama Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Trisno Nugroho mengatakan, upaya mengQRISkan Bali sebagai bentuk dukungan bersama untuk menunjukkan kepada dunia luar terkait tatanan era baru di Bali sudah berjalan dengan baik. Sekaligus meramaikan setiap tempat wisata di Bali, menyambut kedatangan wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara kedepan. "QRIS salah satu istrumen persyaratan CHSE (Cleanliness, Healthy, Saftery dan Environment Friendly). Jadi QRIS juga kemudian menggeliatkan ekononi Bali sudah dimulai, agar di triwulan III ini bisa semakin meningkat (ekonomi tumbuh, red)," harapnya.




Menaruh optimisme yang tinggi Trisno Nugroho juga mengajak seluruh kalangan dan lapisan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan yang baik. Karena kesehatan menjadi hal terpenting di masa pandemi Covid-19, sehingga pergerakan ekonomi semakin produktif dan aman dari sisi kesehatan. Disampaikannya di Bali ada 113.737 merchant telah menggunakan QRIS dan optimis target 200 ribu di akhir tahun bisa tercapai untuk semua Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP).




Trisno Nugroho juga terus mendorong Bank BPD Bali dan PJSP lainnya untuk terus menggeliatkan penggunaan QRIS, tidak saja dari sisi jumlah merchant namun juga dari sisi transaksi. Ia juga menyatakan bahwa telah terjadi peningkatan transaksi secara non tunai di Bali. "Transaksi non tunai di Bali itu meningkat, utamanya dengan QRIS dengan kartu kredit malah menurun. Saya Pengen temen-temen semua merchant kita dorong tapi penggunanya juga kita dorong," tandasnya.




Pada kesempatan tersebut, diserahkan bantuan CSR Bank BPD Bali berupa 13 lapak pedagang di Taman Kuliner Yeh Malet kepada Pemerintah Kabupaten Karangasem yang diresmikan dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Karangasem bersama Direktur Utama Bank BPD Bali. Nantinya, lapak ini akan digunakan oleh sekitar 40 pedagang yang seluruh transaksi dilakukan secara contactless berbasis QRIS. Selain itu juga diserahkan secara simbolis bantuan Pengembangan Desa Wisata Bakas dan Penataan Taman Lalu Lintas kepada Pemerintah Kabupaten Klungkung. (kdp).