JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR
Typography

GIANYAR - fajarbali.com | Bupati Gianyar dan DPRD Gianyar selalu menjadi kambng hitam atas tercecernya pembagian sembako yang oleh warga disebut pilih kasih.

Warga yang berhak mendapat sembako, merasa dirinya dianak tirikan dan tercecer dalam bantuan sembako dalam hal pemulihan ekonomi dampak covid 19. Atas hal ini, Bupati Gianyar, Made Mahayastra bersama Wabup AA Gde Mayun dan Ketua, Wakil Ketua DPRD memberikan solusi terhadap pembagian sembako.

 

Dihadapan awak media, Bupati Mahayastra menyerahkan sepenuhnya data warga yang berhak mendapat sembako kepada kepala desa dan lurah. “Tanggung jawab kami berikan kepada perbekel dan lurah untuk mendata warga yang berhak mendapat sembako,” jelas Bupati Mahayastra, Senin (13/7/2020). Sehingga menurut Mahayastra, bila ada warga yang tidak mendapat bagian sembako, maka tanggung jawab diambil alih oleh perbekel. Dikatakannya, termasuk pengadaan beras dan lainnya dalam semabko adalah tanggung jawab Disperindag selaku pengadaan bahan-bahan sembako.

 

Mahayastra juga menyebut, semua warga Gianyar mendapat sembako di akhir pekan ini, namun pemberian sembako tersebut dengan pengecualian. Yang tidak mendapatkan adalah ASN, TNI, Polri, Pensiunan, “Dan warga yang dianggap sudah mapan tidak mendapat sembako,” jelas Mahayastra. Ditambahkan lagi, yang tidak boleh menerima adalah warga yang sebelumnya sudah mendapat bantuan dari pemerintah pusat. Dari 110.000 KK di Kabupaten Gianyar, Mahayastra menyebut terdapat 28.000 KK yang berhak mendapatkan bantuan sembako tahap II. Sedangkan warga yang tergolong mapan di Gianyar sebanyak 13.600 KK. Warga mapan di Gianyar ini didominasi oleh kecamatan Sukawati dan selanjutnya dari Kecamatan Gianyar.

 

Terkait dengan penanganan covid 19, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid 19, Mahayastra menyebut segala sesuatu yang berhubungan dengan peralatan tim medis, GTPP selalu memenuhinya. “Tim telah bekerja ekstra, alat rapid dan APD terus dilakukan pengadaan, sehingga tim medis bisa bekerja dengan tenang,” jelas Mahayastra. “Alat rapid tes kita tidak kurang, tim medis sudah bekerja, sembako juga sudah kita bagikan. Tinggal kita pemulihan ekonomi saja,” tuntas Mahayastra.(gds).